Gunung Sinabung mulai menyemburkan awan panas

  • Share

BabatPost.com – Gunung Sinabung kembali meletus pada pukul 14.23 WIB selama 20 menit. Tinggi letusan abu vulkanik mencapai 3.000 meter dari kawah dan terbawa angin ke arah barat daya. Suara gemuruh terdengar hingga pos pengamatan berjarak 8,5 kilometer dari Gunung Sinabung.

“Teramati awan panas meluncur dari lereng sejauh 1 kilometer ke arah tenggara. Ini adalah pertama kali awan panas keluar dari kawah Gunung Sinabung sejak meletus September 2013 yang lalu,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Berita Terkait :  Keren, Nenek tua ini taklukan puncak gunung Kilimanjaro

Menurutnya, tidak ada korban dalam letusan abu vulkanik disertai awan panas tersebut. Pasalnya, warga di lereng gunung telah mengungsi di tempat-tempat pengungsian. “Tidak ada korban terkait awan panas ini karena masyarakat telah mengungsi,” tambahnya.

Jumlah pengungsi hingga saat ini masih 1.681 jiwa. Mereka tersebar di empat titik yakni, Los Pekan Tiga Ndreket dari Desa Mardinding sebanyak 891 jiwa. Di GBKP Payung 292 jiwa berasal dari Desa Sukameriah. Di Masjid Payung 110 jiwa berasal dari Desa Sukameriah, dan di Jambur Namanteran 388 jiwa berasal dari Desa Bekerah 152 jiwa dan Desa Simacem 236 jiwa.

Berita Terkait :  Penerapan hukuman kebiri, ada dua menteri yang menolak rancangan ini

“Kebutuhan logistik pengungsi masih mencukupi hingga saat ini. Masa tanggap darurat selama tujuh hari, 3-9 November 2013,” tegasnya.

Meski mengeluarkan awan panas dan aktivitas Gunung Sinabung masih sangat tinggi, namun status tetap Siaga (level III). Petugas juga melarang warga beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

“Warga di empat desa yaitu Sukameriah, Simacem, Bekerah, dan Mardinding diminta untuk mengungsi ke tempat yang aman. Dengan adanya luncuran awan panas maka masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan,” ucapnya.

Berita Terkait :  Toleransi Beragama !!! Pecalang Ijinkan warga muslim Bali laksanakan sholat gerhana saat Nyepi

Erupsi masih berpotensi terjadi dan abu letusannya dapat mengganggu kesehatan dan merusak tanaman di area terdampak. Selain itu, warga di sekitar sungai yang berhulu di puncak Gunung Sinabung agar berhati-hati karena hujan kerap terjadi akhir-akhir ini.

Pasalnya, air hujan itu berpotensi membawa aliran lahar gunung sehingga membayakan warga. Desa-desa yang terancam bahaya lahar yakni, Sukameriah, Bekerah, Kutagugung, dan Sigarang-garang.

  • Share