Jokowi Tegaskan Keadaan Politik Tidak Pengaruhi Investasi

Tokyo, 24/3 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan 1.200 pengusaha Jepang dalam acara “Indonesia Business Forum” menegaskan situasi politik di Indonesia terjamin stabil untuk investasi.

“Saya sampaikan stabilitas politik di Indonesia memberikan jaminan pada posisi yang stabil dan baik karena selama ini banyak dikeluhkan investor,” kata Presiden Jokowi di Hotel New Otani Tokyo, Selasa.

Pada kesempatan itu, ia memaparkan rencana dan target pemerintah Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Ia mengakui hubungan Indonesia dan Jepang yang sudah terjalin selama 57 tahun semakin bersahabat dan ia sangat menghargai kontribusi investor Jepang kepada Indonesia.

“Pada 2015 target pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,7 persen dan akan terus membaik lagi sampai di atas 7 persen,” katanya.

Berita Terkait :  Pemerintah bakal beri hadiah setelah lebaran yakni naiknya tarif dasar listrik

Ia menambahkan, realisasi investasi di Indonesia naik signifikan dalam 2007-2010 menunjukkan Indonesia sangat menarik sebagai negara tujuan investasi.

Investasi asing, kata dia, terus naik dimana posisi Jepang di Indonesia sebagai negara investor terbesar kedua namun ia yakin Jepang akan berada pada posisi pertama sebagai investor terbesar di Indonesia mulai tahun ini.

“Saya akan bangun kawasan ekonomi khusus di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kita tidak ingin terkonsentrasi di Pulau Jawa saja tapi juga di kawasan timur Indonesia dan saya ingin peluang ini dimanfaatkan oleh pengusaha Jepang,” katanya.

Ia juga memaparkan soal rencana pembangunan kawasan industri di luar Jawa, jalan tol lintas Sumatera sebagai prioritas pertama, jalan tol di Kalimantan sebagai prioritas kedua, dan di Papua sebagai prioritas ketiga karena masih dalam tahap studi.

Berita Terkait :  Kepala daerah se-wilayah adat Saireri ajukan pembentukan DOB

Jalur kereta api, kata dia, tahun ini akan dibangun di Sumatera, berlanjut di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua sebagai salah satu upaya mempermudah transportasi barang di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu, Presiden juga memaparkan rencana pembangunan pelabuhan atau seaport dan deep seaport sebanyak 24 pelabuhan besar melalui APBN dan sebagian pendanaannya melalui swasta.

Beberapa proyek besar yang juga akan dikembangkan pemerintah yakni proyek tol laut, industri perikanan, airport, dan pembangkit tenaga listrik.

Presentasi itu disampaikan dengan harapan banyak investor Jepang semakin berminat untuk berinvestasi atau memperluas investasinya di Indonesia sekaligus agar mereka memperoleh gambaran tentang potensi yang mungkin digarap di Indonesia.

Berita Terkait :  Kurang bukti Bu Risma tak jadi diperiksa

Pada pertemuan itu Jokowi didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menlu Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Seskab Andi Widjajanto, Ketua BKPM Franky Sibarani, dan Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto.

Sejumlah pengusaha yang bergabung dalam pertemuan itu di antaranya CEO Hitachi, Daihatsu Motor Corp, IHI Corp, Inpex, Itochu, J-Power, JX Nippon Oil and Energy, Marubeni, Nikkei Inc, Sumitomo Corp, Ajinomoto, Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Honda, JFE Steel, J-Trust, Mitsubishi Corp, NEC, Panasonic Corp, SMBC, dan Sojitz.

Pertemuan itu merupakan rangkaian acara dalam kunjungan kenegaraan Presiden ke Jepang pada 22-25 Maret 2015.

Comments
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More