Hadapi MEA, Asing Belum Tentu Sesuai dengan Budaya Indonesia

  • Share

Pencetus gerakan entrepreneur bernama Smartpreneur-Pro Indonesia, Budi Satria Isman menyatakan bahwa rakyat Indonesia jangan takut untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN yang nantinya dimulai di penghujung tahun 2015 ini.

Dia berpendapat, Indonesia mempunyai budaya yang unik, dan ini merupakan hambatan bagi negara lain dalam bersaing di pasar Indonesia. “Jangan takut menghadapi MEA, orang pasar besarnya di kita kok. Selain itu, belum tentu negara lain dapat melakukan apa yang bisa kita lakukan disini, budaya di sini beda,” ujar Budi di Acara talkshow Oneintwenty Movement, Balai Kartini, Jakarta.

Berita Terkait :  Militer Filipina serang markas Abu Sayyaf, lalu Bagaimana nasib WNI yang tersandera

Walaupun seperti itu, Budi menyatakan Indonesia mesti mempersiapkan diri dengan melahirkan wirausaha dalam  jumlah besar. Sampai saat ini, keinginan anak-anak muda untuk menjadi pengusaha sangat kecil, dikarenakan sejak kanak-kanak profesi yang menjadi cita-citanya hanya seputar pekerjaan formal, misalnya Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kita mesti juga bersiap, caranya dengan melahirkan wirausaha. Namun persoalan ini terkadang saya anggap sebagai utopia, sebab memang tidak mudah seperti robot, dari pabrik cina kembali ke sini murah, sehingha perlu suatu proses. Selanjunya kita sama-sama harus membuktikan kepada mereka bahwa selain jadi PNS, bisa juga menjadi pengusaha,” ujar mantan Dirut Group Coca-Cola Amatil.

Berita Terkait :  Partai NasDem mempercepat target vaksinasi 30.000 dosis di Jabar

Tidak hanya itu, Budi juga menjelaskan bahwa sektor kecil dan menengah harus mendapat perhatian lebih sehubungan dengan efek dari pasar bebas ini. Dia berpendapat, vendor besar telah dapat menyusun strategi sendiri, sedangkan usaha mikro misalnya pedagang pasar tidak akan kehilangan lahannya diambil oleh negara-negara di ASEAN.

  • Share