Drone Milik AS kembali Tewaskan Pemimpin Al Qaeda Nasser Al Wuhayshi

BabatPost.com – Nasser Al Wuhayshi Pimpinan Al Qaeda di wilayah Jazirah Arab, tewas dalam serangan udara yang yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS). Al Wuhayshi dikabarkan tewas sehari setelah mantan seorang tokoh AL Qaedah di wilayah Islam Maghribi juga ikut tewas dalam serangan yang sama di Libya.

Situs berita Yaman, Al Masdar Online, Senin (16/6/2015), melaporkan Al Wuhayshi tewas dalam serangan di Provinsi Hadramaut, pada Jumat 12 Juni 2015. Dia dipandang sebagai komandan nomor dua AQAP dan sebelumnya pernah menjadi sekretaris pribadi Osama bin Laden.

Berita Terkait :  Presiden Amerika Serikat Donald Trump Telah Menunjukkan Sikap Dalam Krisis Qatar

Departemen Pertahanan AS menolak memberikan komentar atas laporan kematian Al-Wuhayshi. Kelompok inteijen, The Site mengatakan, laporan yang menyebar pada jaringan kelompok milisi Yaman pada Senin 15 Juni 2015 ramai membicarakan kematian Al Wuhayshi.

Rita Katz, direktur The Site mengatakan, bila laporan kematian Al-Wuhayshi ini dikonfirmasi, maka hal itu merupakan pukulan terbesar terhadap Al Qaeda sejak kematian Bin Laden di Pakistan pada 2011.

Amal al Yarisi, wartawan Yemen Times mengatakan bahwa sejumlah sumber dekat dengan Al Qaeda mengonfirmasi kematian Al Wuhayshi dengannya. Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menawarkan imbalan USD10 juta (Rp133,1 miliar) yang bisa membawa Al Wuhayshi ke pengadilan.

Berita Terkait :  Otto Warmbier Tewas, AS Minta Pertanggung Jawaban Korea Utara

“Dia bertanggung jawab menyetujui target, merekrut anggota-anggota baru, mengalokasikan sumber daya untuk pelatihan dan rencana serangan, serta memerintahkan serangan,” demikian pernyataan AS.

Dia menjadi pemimpin AQAP setelah cabang Al Qaeda Yaman dan Arab Saudi bergabung pada 2009. Kematian Al Wuhayshi diumumkan sehari setelah Mokhtar Belmokhtar, mantan petinggi kelompok Al Qaeda di kawasan Islam Maghribi (AQIM), tewas akibat serangan AS di Libya.

Comments
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More