Apa itu Chiropractic, begini penjelasannya

  • Share

Babatpost.com – Kasus yang baru terangkat setelah beberapa bulan meninggal seorang pasien chiropractic diduga mengalami malapraktik hingga tewas. Dan Chiropractic tiba – tiba menjadi topik yang sedang hangat diperbicangkan.

Perempuan berusia 32 tahun itu diketahui telah lama mengeluh pegal di bagian otot lehernya. Setelah melakukan terapi, rasa pegal di leher tak kunjung hilang, namun justru berubah menjadi rasa sakit yang luar biasa hingga membuatnya berteriak dan menangis. Tak lama setelah dilarikan ke Unit Gawat Darurat, gadis malang itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Berita Terkait :  Pengertian Equinox, fenomena yang membuat warga Indonesia cemas

Baca juga : Wanita ini tewas karena terapi Chiropractic

Kasus ini lantas membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai terapi chiropractic. Selama ini berbagai ahli chiropractic yang disebut chiropractor dan berbagai klinik chiropractic di seluruh dunia menggadang-gadangkan teknik pengobatan yang mampu mengatasi nyeri punggung tanpa operasi itu.

chiropractic

Teknik pengobatan chiropractic memang ditujukan untuk perbaikan tulang belakang, yang merupakan ‘gardu induk’ bagi 31 pasang urat saraf yang tersambung ke seluruh organ tubuh. Ya, selain sebagai rangka utama tubuh, tulang belakang berfungsi sebagai pelindung kabel-kabel saraf yang digunakan sistem saraf pusat untuk mengatur seluruh sistem organ tubuh.

Berita Terkait :  Otak Pelaku Pencurian Kabel Listrik Di Tanjung Priok Tewas Saat Beraksi

Perlu diketahui bahwa chiropractic secara umum dikategorikan sebagai pengobatan alternatif atau pengobatan komplementer. Hal itu pula yang diungkapkan oleh penemu terapi tersebut, dr. Daniel David Palmer. Menurut dia, teknik pengobatan ia temukan tahun 1895 ini merupakan bagian dari pengobatan komplementer yang bersifat saling melengkapi. Itulah sebabnya, penekanan pengobatan chiropractic terletak pada kesehatan manusia secara menyeluruh dan pada proses terjadinya penyakit.

Dilansir dari Spine Health, seorang chiropractor tidak meresepkan obat untuk mengobati pasien, melainkan bergantung pada berbagai terapi manual, termasuk manipulasi tulang belakang, mobilisasi, dan terapi ajuvan, untuk meningkatkan fungsi dan memberikan bantuan terhadap nyeri yang dirasakan.

Berita Terkait :  Makam korban Chiropractic Allya dibongkar untuk autopsi

Konsep pengobatan chiropractic juga dilakukan untuk membangun kembali mobilitas tulang belakang yang normal, yang pada gilirannya akan meredakan iritasi pada saraf tulang belakang dan membangun kembali refleks.

Terapi ini ternyata sangat populer di luar sana sampai didirikan sebuah lembaga pendidikan yang mempelajari tentang Chiropractic, di Iowa, AS.

  • Share