Dicatat Malaikat, Khofifah Tegaskan Uang PKH agar Tidak Dibelikan Pulsa

BABAT POST – Keseringan disalahgunakan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada para penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan uang bantuan tidak malah digunakan untuk membeli pulsa ponsel. Bantuan itu harus dipastikan dipakai untuk membayar biaya sekolah.

“Nanti kalau pulang bawa uang, terus anaknya minta untuk beli pulsa, dikasih enggak?” tanya Khofifah saat menjumpai ratusan penerima bantuan PKH di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/4/2016).

Khofifah pun lalu memberikan contoh cara menjawab bila anak-anak penerima PKH meminta uang bantuan itu untuk membeli pulsa.

“Bilang kalau uangnya untuk sekolah anak. Ini (ditulis) di catatan malaikat lho. Di Banyuwangi tidak boleh ada anak yang tidak lulus SMA,” tegas Khofifah.

Berita Terkait :  Satgas Nemangkawi lumpuhkan satu anggota KKB Intan Jaya

Setiap penerima PKH dengan anak sekolah setingkat SMA mendapatkan bantuan Rp 1 juta per tahun. Adapun untuk keluarga dengan anak SMP mendapat bantuan Rp 750.000 dan anak SD mendapat Rp 450.000.

“Selama setahun akan dicairkan selama empat kali dan bantuan ini untuk mendorong anak-anak supaya sekolahnya dapat terkawal dengan baik,” papar Khofifah.

Di Banyuwangi, ada 19.841 keluarga penerima PKH. Total bantuan untuk wilayah ini mencapai Rp 34,05 miliar.

Khofifah menyerahkan pula bantuan bernilai lebih dari Rp 171 miliar. Rinciannya, bantuan lanjut usia senilai Rp 120 juta, bantuan disabilitas Rp 144 juta, bantuan beras sejahtera bagi 130.596 keluarga senilai Rp 170,78 miliar, dan bantuan hibah Rp 102 juta.

Berita Terkait :  Prediksi Liga Champions AS Roma vs Atletico Madrid 13 September 2017

“Salah satu alasaan adanya PKH ini adalah (mewujudkan) keluarga sejahtera serta anak-anaknya sehat dan cerdas, seperti pada lirik lagu mars PKH yang tadi dinyanyikan,” ungkap Khofifah.

Khofifah berharap pula, 70 persen penerima PKH dapat membuat kelompok usaha bersama. Alasannya, sebut dia, mereka sudah memiliki modal untuk mempercepat kemandirian.

Terlebih lagi, kata Khofifah, dia melihat arus wisatawan ke Banyuwangi juga meningkat tinggi. Menurut dia, peluang usaha ekonomi kreatif pun terbuka luas karena itu.

“Jadi kalau sekarang ibu-ibu masih punya utang, nanti kalau sudah mandiri sudah tidak perlu takut ditagih lagi. Malah (kelak), ibu-ibu bisa shadaqah ke orang lain. Jadi gunakan peluang itu,” papar Khofifah.

Berita Terkait :  Planning Pembunuhan Ahok Tercium Di Aplikasi Telegram, Benarkah ?

PKH merupakan salah satu program unggulan Kementerian Sosial. Dalam beberapa kesempatan, Khofifah menegaskan, kementeriannya tak mau masyarakat menerima bantuan dalam bentuk uang semata.

Menurut Khofifah, pengentasan kemiskinan tak akan pernah cukup tanpa diikuti upaya pemberdayaan. Karena itu, PKH juga selalu bersinergi dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Bahkan, ibu hamil pun kini mendapat alokasi bantuan demi memastikan kesehatan ibu dan janin. Ada pula alokasi tersendiri untuk perbaikan rumah tidak layak huni para penerima PKH dan masyarakat tak mampu di luar penerima PKH.

Related posts