9 dan 10 Juli 2016, Diperkirakan Akan Terjadi Puncak Arus Balik

BABAT POST – Jelang arus balik nanti, Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Kombes Pol Benyamin mengatakan bahwa puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 9 dan 10 Juli 2016 (H+2 dan H+3).

Menurut Benyamin, kemacetan akan terjadi di Kota Tegal hingga pintu masuk Tol Brebes Timur. Kemacetan terjadi karena banyak pengendara yang mampir ke kios-kios penjual oleh-oleh.

“Kemudian ada yang akan berhenti untuk makan sebelum masuk tol, isi BBM sebelum masuk tol,” ujar Benyamin, di NTMC Polri, Jakarta, Senin (4/7/2016).

Selain itu, sebelum Pintu Tol Brebes Timur juga ada Simpang Maya. Perempatan lalu lintas ini juga akan membuat kendaraan menumpuk di dalam kota.

Berita Terkait :  Hasto: Tari Kecak dalam HUT PDIP angkat kisah Ramayana

Meskipun demikian, kemacetan hanya terjadi di dalam wilayah Brebes, sebelum pintu Tol Brebes Timur.

“Karena setelah masuk pintu Tol Brebes Timur, mereka (kendaraan) bablas,” kata dia.

Mengantisipasi persoalan itu, kepolisian sudah menyiapkan skema contra flow yang akan diterapkan dari arah Simpang Maya hingga ke Pintu Tol Brebes.

Benyamin menambahkan, kemacetan juga akan terjadi di pintu Tol Cikarang Utama. Pasalnya, kendaraan akan banyak menumpuk saat akan membayar tol.

“Di pintu Tol Cikarang Utama itu bukan hanya ada kendaraan dari Brebes Timur saja. Tetapi, kendaraan dari Bandung juga kan keluar dari pintu itu,” kata dia.

Selain itu, sejumlah tempat peristirahatan yang ada di sepanjang jalur Tol juga akan terjadi penumpukan kendaraan. Akibatnya, membuat kemacetan di jalur tol.

Berita Terkait :  Prediksi Liga Prancis Lyon vs Montpellier 19 November 2017

“Antisipasi kemacetan akan diterapkan contra flow,” kata dia.

Kemacetan panjang ternyata tidak hanya terjadi di ruas Tol Pejagan-Brebes Timur, dan ruas jalan pantura Brebes serta Kota Tegal, di jalur pantura Kabupaten Tegal, arus lalu lintas dari arah Jakarta juga lumpuh menjelang tengah malam ini, Senin (4/7/2016).

Ribuan kendaraan mengular sejak dari perbatasan Kota Tegal hingga wilayah Suradadi atau sekitar 5 kilometer. Kendaraan lebih sering tak bergerak bahkan lumpuh total terutama di wilayah Dampyak, atau menjelang Jembatan Kali Pah.

Padahal semua lajur jalan sudah digunakan untuk kendaraan dari arah ‎Jakarta. Kondisi ini juga membuat kendaraan dari arah Semarang tersendat.

Berita Terkait :  Ma'ruf Amin gelar istighatsah sambut Tahun Baru 2022

Bukan hanya mobil pribadi dan bus, sepeda motor juga terpaksa “parkir” karena ruas jalan benar-benar padat dan tak ada celah untuk melaju. ‎Tak sedikit pemotor yang akhirnya mematikan mesinnya.

Salah seorang pemudik Ari, mengaku sudah terjebak kemacetan sejak pukul 21.30 WIB. Hingga pukul 23.0‎0 WIB, kendaraannya belum keluar dari Kabupaten Tegal.

“Sudah tak bisa bergerak sama sekali. Kalau bergerak sedikit-dikit,” kata pemudik yang hendak ke Solo ini, Senin (4/7/2016).

Hujan yang sempat mengguyur selama beberapa menit tak menyurutkan kepadatan kendaraan pemudik. Sejumlah polisi tengah berupaya keras mengurai kemacetan meski hujan kembali mengguyur.

Related posts