Sudah Jadi Tradisi, PBNU Tak Melarang Takbir Keliling

  • Share

BABAT POST – Tradisi masyarakat Indonesia saat malam takbiran adalah takbir keliling. Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengatakan bahwa takbir keliling boleh saja dilakukan.

Sebab, Helmy menilai takbir keliling sudah menjadi tradisi umat Islam di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Namun, Helmy menegaskan siapa pun yang akan melakukan takbir keliling wajib memerhatikan kondisi keamanan dan menjaga ketertiban.

“Artinya, harus lebih terarah, jangan mengambil jalur-jalur mudik yang nantinya akan menimbulkan kemacetan. Ambilah jalur-jalur yang tidak padat,” ujar Helmy saat ditemui di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (4/7/2016).

Berita Terkait :  Pemprov DKI larang takbir keliling, PPP kecewa berat

Helmy mengatakan, Pemerintah maupun aparat kepolisian tidak mungkin melarang adanya takbir keliling karena hal tersebut merupakan cara masyarakat untuk menyambut kegembiraan Idul Fitri.

Menurut Helmy, takbir merupakan bagian dari dakwah umat Islam. Oleh sebab itu ia mengingatkan agar dakwah melalui takbir keliling juga harus dilakukan secara baik.

“Semua agama bersifat dakwah harus disalurkan dengan cara-cara yang baik. Takbir itu harus dilakukan dengan cara yang penuh hikmah,” ucap Helmy.

Dia pun mengimbau agar pihak kepolisian agar berkoordinasi dan mengatur agar masyarakat yang ingin melakukan takbir keliling bisa terakomodasi tanpa menimbulkan gangguan ketertiban umum.

Berita Terkait :  Kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, Masyarakat diminta lebih cermat memilih

Sementara itu pihak Polda Metro Jaya tidak melarang masyarakat yang hendak melakukan takbir keliling dengan cara berkonvoi di jalan raya.

Namun, polisi mengimbau agar sebelum konvoi melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.

“Polda Metro tidak melarang umat muslim untuk melakukan takbir keliling, tapi kami imbau sebelum melakukan kegiatan memberitahu dulu ke polsek atau polres setempat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/7/2016).

Berita Terkait :  Ternyata pelaku pernikahan sejenis Boyolali adalah anggota Polri

Awi menjelaskan nantinya pihak kepolisian akan memberikan pengawalan pengawalan terhadap mayarakat yang akan melakukan kegiatan tersebut.

Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat kegiatan tersebut. Awi juga meminta masyarakat yang melakukan takbir keliling tidak menggunakan mobil pick up.

Untuk pengguna kendaraan roda dua diminta tetap menggunakan helm dan mematuhi peraturan lalu lintas.

“Selain itu, kendaraan yang dipakai warga untuk keliling tidak boleh melintasi jalur protokol,” kata Awi.

  • Share