Beranda Berita Lamongan Kasus pungli SMA N 1 Babat, tercium lewat daftar ulang siswa baru

Kasus pungli SMA N 1 Babat, tercium lewat daftar ulang siswa baru

Kasus pungli SMA N 1 Babat
Iklan

Babatpost.com – Kasus pungli SMA N 1 Babat, tercium lewat daftar ulang siswa baru, Kabar miring kembali menghantam salah satu sekolah favorit di Kabupaten Lamoangan. Tepatnya di Kecamatan Babat Yakni SMA Negeri 1 Babat. SMA favorit tersebut diduga melakukan pungli untuk siswa siswi sebesar Rp 685 ribu hingga 695ribu yang dikemas sebagai daftar ulang untuk kelas xi dan xii. parahnya lagi pungli lebih besar tercium pada siswa baru hingga jutaan rupiah.

Hal ini sangat ironis, mengingat setiap SMA memiliki Bantuan Operasional Sekolah (BOS),Bantuan Siswa Miskin (BSM),maupun Kartu Indonesia Pintar. Kondisi ini, tentunya sangat tidak baik mengingat Pemerintah Pusat memberikan berbagai biaya sekolah untuk orang-orang yang tidak mampu. Kasus pungli SMA N 1 Babat

Beberapa orang tua siswa di SMA Negeri  1  Babat ini, mengeluhkan pungutan uang pendaftaran murid baru sebesar Rp 3,5 juta per orang.

Bagi mereka yang mampu tidak menjadi masalah,bagaimana dengan orang tua yang tidak mampu sementara anaknya pintar menginginkan sekolah yang dianggap favorit,tentu akan merasa  keberatan bahkan harus mundur  sebelum mendaftar.

Salah seorang orang tua  wali murid (WM) kelas X yang akan naik ke kelas XI ,menuturkan keberatannya hingga harus menjual  barang-barangnya yang dirasa berhaga demi daftar ulang anaknya.

Sambil menunjukkan kwintansi pembayaran anaknya ia menuturkan ”Ya gimana lagi mas ,ya harus dibayar kan anak saya sudah kelas 2 kan eman kalau harus berhenti”’Ujarnya,kemarin Sabtu (16/7/2016).

Kasus pungli SMA N 1 Babat

Menurut  WM, pungutan  sebesar itu hanya diputuskan sepihak oleh pengelola sekolah. Lanjutnya, sebelum menetapkan nilai pungutan,seharusnya  lebih dahulu meminta persetujuan orangtua siswa melalui rapat komite sekolah,tetapi orang tua diundang datang ke sekolah sudah disodorkan tentang  dana pungutan tersebut.

Keterangan serupa juga disampaikan orang tua murid  lainnya yang minta namanya tidak disebutkan.

Sementara  Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Babat, Drs. H.Muki,M.Pd. yang dikonfirmasi lewat via telephone soal  dana iuran daftar ulang ,Beliau mengiyakan ,bahkan Beliau membantah soal  titipan uang sebagaimana yang tertulis dalam kwintansi pembayaran.

Lanjut Kepala SMABA  menegaskan bahwa iuran itu sudah menjadi agenda tahunan  untuk dana kegiatan sekolah  yang sudah direkomendasi  oleh Bapak Bupati. Kasus pungli SMA N 1 Babat

“,Tidak ada uang penitipan, tidak ada pasal titip-titipan yang ada anak diberi anggaran tahunan yang dikelola oleh OSIS dan sudah ada rincian semua dan sudah mendapatkan izin dari Bupati ”, tegas Drs. H.Muki,M.Pd.

Dia juga menyarankan bila kurang jelas bisa tanya ke kepala dinas pendidikan atau kepala bidang pendidikan karena anggaran tahunan itu sudah mendapatkan izin dari dinas pendidikan setempat.

Drs. H.Muki,M.Pd. melanjutkan keterangannya bahwa iuran SMABA  adalah sekolah yang paling murah dibandingkan dengan sekolah-sekolah negeri disekitarnya  dengan menyebut beberapa SMA Negeri di beberapa kecamatan sekitar. Kasus pungli SMA N 1 Babat

Saat Reportseindonesianews dikutip oleh babatpost.com mengkonfirmasi di salah satu  SMA Negeri di  kecamatan Ngimbang ,mendapatkan informasi bahwa disekolah itu biayanya lebih murah dan menyebutkan hanya Rp.230 ribu setiap siswa sebagai biaya Administrasi daftar ulang  dijenjang kelas berikutnya.

 

 

 

Kasus pungli SMA N 1 Babat, tercium lewat daftar ulang siswa baru