Israel dapat kecaman keras dari AS setelah hancurkan pemukiman warga Palestina

Babatpost.com – Israel dapat kecaman keras dari AS setelah hancurkan pemukiman warga Palestina, Kali ini kelakuan Israel benar-benar kelewat batas, apa yang mereka lakukan terhadap warga Israel sungguh tidak berperi kemanusiaan, setelah Israel merusak pemukiman warga di Desa Sussia, tepi barat. AS pun melontarkan kecaman kepada negara Zionis tersebut.

Menurut posting-an yang diunggah oleh akun Twitter resmi milik konsulat AS di Yerusalem, seorang pejabat diplomatik AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, Jika Israel terus melakukan tindakan yang melewati batas seperti itu, maka langkah itu sama dengan menentang masyarakat internasional. Hal itu ia katakan usai mengunjungi Sussia. hancurkan pemukiman warga Palestina

“Jika pemerintah Israel berlanjut dengan melakukan penghancuran di Sussia, itu sangat mengganggu dan memiliki dampak yang akan sangat merusak kehidupan warga Palestina yang mengungsi di sana,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Elizabeth Trudeau seperti dikutip Russia Today, Kamis (11/8/2016).

hancurkan pemukiman warga Palestina

Pada Selasa 9 Agustus, Israel telah menyebabkan kemarahan para pejabat Eropa dan AS setelah pasukan mereka menandaskan tiga perusahaan dan dua bangunan di Tepi Barat yang disponsori oleh Uni Eropa.

Kelompok hak asasi manusia Israel B’tselem memperkirakan lebih dari 27 orang dipaksa keluar dari rumah mereka di desa Umm el Kheir, Tepi Barat sebagai hasil dari operasi, 16 dari mereka merupakan anak-anak. hancurkan pemukiman warga Palestina

“Kami prihatin akan meningkatnya penghancuran bangunan di Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang dilaporkan telah menyebabkan puluhan warga Palestina tidak memiliki rumah, termasuk anak-anak,” tambah Trudeau.

 

 

 

Israel dapat kecaman keras dari AS setelah hancurkan pemukiman warga Palestina

Comments
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More