Brasil Raih Emas Pertama Setelah Adu Tos-tosan

  • Share

BABAT POST – Setelah sempat gagal meraih emas cabang sepak bola putri, Brasil akhirnya untuk kali pertama meraih medali emas cabang sepak bola. Prestasi tersebut ditorehkan Selecao – julukan tim nasional Brasil – di Olimpiade Rio 2016 pada Sabtu (20/8/2016) atau Minggu dini hari WIB.

Brasil meraih medali emas setelah mengalahkan Jerman – yang juga belum pernah meraih medali emas Olimpiade untuk cabang sepak bola putra – melalui adu penalti. Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Neymar dkk menang 5-4 pada adu tos-tosan.

Neymar menjadi sosok protagonis Brasil pada laga ini. Sang kapten adalah pencetak gol pada waktu normal sekaligus penendang kelima timnya yang menentukan kemenangan.

Neymar membuka harapan bagi Brasil untuk meraih emas berkat golnya pada menit ke-27. Namun, kapten Jerman, Max Meyer, berhasil membalas pada menit ke-59 untuk membuat skor sama kuat.

Laga pun harus ditentukan melalui perpanjangan waktu dan adu penalti. Lima penendang penalti Brasil, sukses menjalankan tugasnya.

Berita Terkait :  Jadwal Lengkap Siaran Langsung Cabang Bulutangkis Tim Merah Putih di Olimpiade Rio 2016

Dari kubu Jerman, empat penendang pertama juga berhasil menjebol gawang Weverton. Naas bagi Jerman, tembakan Nils Petersen berhasil digagalkan sehingga memupuskan harapan Der Panzer.

Brasil pun berhak meraih medali emas untuk kali pertama. Pada tiga kesempatan sebelumnya, termasuk pada 2012 saat sudah diperkuat Neymar, Selecao selalu kalah di final dan harus puas dengan raihan medali perak.

Adapun bagi Jerman, kegagalan ini membuat mereka gagal menyandingkan gelar juara dunia dengan Olimpiade. Sven Bender dkk juga gagal mengikuti tim sepak bola putri yang sehari sebelumnya meraih medali emas.

Sementara itu, Nigeria merebut medali perunggu. Mereka menang 3-2 atas Honduras, beberapa saat sebelum pertandingan antara Brasil dan Jerman.

Sejak awal laga kedua tim memang tampil cukup berimbang. Walau Brasil tampak lebih mendominasi serangan, namun Jerman pun sesekali mampu membahayakan pertahanan Selecao.

Berita Terkait :  Striker Ajax AMsterdam, Ezra Walian Ingin Perkuat Timnas Merah Putih

Neymar sempat membawa Brasil unggul 1-0 di menit ke-26. Eksekusi tendangan bebas Neymar dari jarak 28 meter berhasil merobek gawang Jerman yang dikawal Timo Horn.

Jerman nyaris menyamakan kedudukan menit ke-34 lewat aksi Sven Bender. Sayang, tandukannya hasil umpan bola mati Julian Brandt masih digagalkan mistar gawang. Skor 1-0 bagi keunggulan Brasil bertahan hingga jeda.

Jerman akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua lewat gol Maximilia Meyer. Kapten Jerman itu berhasil meneruskan umpan dari sayap kanan lewat tembakan keras mendatar ke gawang Weverton da Silva.

Skor 1-1 pun bertahan hingga laga di waktu normal berakhir. Kedua tim pun tak ada yang mampu menambah gol pada 2×15 menit babak tambahan, sehingga laga harus dituntaskan lewat adu penalti.

Penendang pertama Jerman Matthias Ginter mampu menaklukkan Weverton walau arah bola sempat terbaca. Sementara Renato Augusto juga berhasil memperdaya Timo Horn yang juga sempat membaca arah bola dengan benar.

Berita Terkait :  Prediksi Uji Coba Jepang vs Brasil 10 November 2017

Serge Gnabry bagi Jerman dan Marquinhos bagi Brasil pun sukses menjalankan tugas sebagai penendang kedua. Pun begitu dengan Julian Brandt dan Rafael Alcantara yang menjadi penendang ketiga bagi kedua tim.

Usai Niklas Suele dan Luan sukses menjalankan tugasnya sebagai penendang keempat. Petaka bagi jerman hadir saat algojo Jerman Nils Petersen gagal mengeksekusi penalti usai eksekusinya terbaca Weverton.

Neymar akhirnya memastikan kemenangan Brasil usai eksekusinya berhasil mengecoh Horn. Atas kemenangan ini Brasil berhak meraih medai emas pertama mereka di Olimpiade setelah hanya mampu menjadi runner-up pada 1984, 1988, dan 2012.

Susunan pemain:

Brasil: Weverton, Zeca, Rodrigo Caio, Marquinhos, Renato Augusto, Douglas Santos, Luan, Gabriel Barbosa, Neymar, Gabriel Jesus, Walace.

Jerman: Timo Horn, Jeremy Toljan, Lukas Klostermann, Matthias Ginter, Niklas Suele, Sven Bender, Max Meyer, Lars Bender, Davie Selke, Julian Brandt, Serge Gnabry.

  • Share