Facebook Digugat Gadis Berusia 14 Tahun Gara-gara Foto Telanjangnya Diterbitkan di Medsos

BABAT POST – Sebuah gugatan terhadap Facebook baru saja dilayangkan seorang remaja perempuan berusia 14 tahun di Irlandia Utara karena foto telanjangnya diterbitkan di media sosial itu.

Pengacara remaja itu menyatakan, foto tersebut digunakan untuk memeras, dan berulang kali diterbitkan di internet sebagai aksi balas dendam.

Read More

Anak tersebut menggugat Facebook dan seorang pria yang menerbitkan foto bersangkutan.

Dalam sidang di Belfast, pengacara penggugat mengatakan foto telanjangnya ditaruh di halaman ‘untuk mempermalukan’.

Tindakan memblokade penerbitan ulang mestinya merupakan sesuatu yang ‘tidak bisa ditawar lagi’ oleh perusahaan.

“Jika mereka memblokadenya maka penerbitan selanjutnya dari foto telanjang dia tidak akan terjadi.”

Namun pengacara Facebook berpendapat tuntutan ganti rugi harusnya disingkirkan dengan mengatakan perusahaan selalu mencabut foto jika diberitahu.

Remaja yang berdasarkan hukum tidak boleh diungkap identitasnya, menuntut ganti kerugian karena penyalahgunaan informasi pribadi, kelalaian, dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data.

Tuntutan terhadap Facebook juga datang dari mantan bintang porno, Paree La’Tiejire alias Lady Paree. Ia menuntut Facebook dan Mark Zuckerberg karena dianggap merusak karirnya. Paree mengklaim Zuckerberg tak berbuat apa-apa untuk menyetop rumor tak mengenakkan tentang dirinya yang beredar di Facebook.

Rumor tersebut menyebut Paree terlahir sebagai laki-laki. Sempat viral beberapa saat lalu, banyak netizen yang menghina Paree via Facebook.

Akibat hal tersebut, Paree mengaku kesulitan mencari pekerjaan. Ia pun membawa perkara ini ke pengadilan negeri dan menuntut Facebook beserta Zuckerberg selaku CEO sebesar 1 miliar dollar AS atau setara Rp 13,3 triliun.

“Publikasi yang intens dan disebarluaskan di Facebook merusak pendapatan Paree, juga kondisi fisik dan emosionalnya. Kerugian ini disebabkan Facebook dan Mark Zuckerberg,” begitu pernyataan pengacara Paree, sebagaimana dilapoorkan TheNextweb, Minggu (28/8/2016).

Diketahui, Facebook adalah sebuah platform jejaring sosial di mana semua orang bebas beropini. Banyak isu yang bergulir di platform itu, sama halnya di Twitter, Instagram, dan platform lainnya.

Belum jelas apakah pengadilan negeri akan mengabulkan tuntutan Paree ke Facebook dan Zuckerberg atau tidak. Yang jelas, ini bukan kali pertama Paree melayangkan tuntutan atas isu kelahirannya sebagai lelaki.

Pada 2009 lalu, Paree menuntut rumah produksi Leisure Time Entertainment dan produser Mark Carriere di pengadilan Indiana, Amerika Serikat. Paree mengatakan rumah produksi dan produser itu melayangkan pernyataan salah bahwa ia adalah seorang lelaki yang menjadi perempuan.

Kala itu Paree memenangkan peradilan dan diberi duit 2,5 juta dollar AS atau setara Rp 33,3 miliar sebagai pengganti kerugian. Tak cuma itu, dia juga diberi 50.000 dollar AS atau Rp 666 juta sebagai hak hukumnya.

Apakah kali ini Paree akan kembali menang di pengadilan? Baik Facebook dan Mark Zuckerberg belum menanggapi isu ini.

Related posts