Tak Hanya Gogor, Pasangan Rudi-Dance Juga Lakukan Aksi Sapu Jalan

BABAT POST – Dengan menumpang mobil jip terbuka, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Salatiga Agus Rudianto-Dance Ishak Palit yang diusung PDI-P dan PKB, Jumat (23/9/2016) siang, resmi mendaftar ke KPU Salatiga sebagai peserta Pilkada serentak 2017. Keduanya datang ke KPU Salatiga Jalan Argosari Salatiga pukul 16.30 WIB.

Begitu tiba di KPU, Rudi-Dance yang mengenakan kemeja batik Plumpungan warna merah, batik khas Salatiga, disambut oleh tari Badongan yang dimainkan oleh Komunitas Seni dan budaya (K.Sebud) Kenteng, Tegalrejo, Salatiga. Sepintas tari ini mirip tari prajuritan yang berkembang disejumlah daerah di kaki gunung Merbabu.

Menurut salah satu anggota K.Sebud, Jarwanto (29), tari Badongan merupakan perpaduan tari barong Bali dengan tari Temanggungan. Ia dan sekitar 30 anggota K.Sebud mengaku sengaja disewa oleh tim Rudi-Dance untuk menyambut mereka pada waktu pendaftaran di KPU ini. Ia berharap, pasangan ini ke depan bisa lebih memperhatikan seni dan budaya di Salatiga.

“Senang dipakai untuk acara ini. Mudah-mudahan setelah jadi tetap ingat para seniman dan lebih peduli pada kesenaian,” kata Jarwanto.

Selain tari Badongan, ada hal menarik lainnya dari pendaftaran pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Salatiga Agus Rudianto-Dance Ishak Palit ke KPU setempat pada Jumat (23/9/2016) sore.

Ketua DPC PDI-P Salatiga Teddy Sulistio seusai memberikan sambutan pendaftaran pasangan Rudi-Dance menyerahkan seekor ayam jago kepada Ketua KPU Kota Salatiga, Putnawati.

Teddy menjelaskan, ayam jago yang diberinya nama Gogor (anak macan) ini merupakan simbol kesatria dan kejantanan. Dirinya ingin mengirim pesan baik kepada KPU sebagai penyelenggara maupun pesaingnya bahwa pasangan Rudi-Dance siap bertarung secara kesatria dan jantan.

“Namanya Gogor, jadi meskipun ayam, tapi nyalinya nyali macan. Ayam jago ini simbol kejantanan, kesatria, simbol keberanian. Maknanya jelas, silakan ditarungkan dengan fair,” kata Teddy.

Menurut Teddy, KPU harus selalu berpegang teguh pada aturan dan bersikap netral kepada semua pasangan calon. Ia menegaskan, untuk kelangsungan pilkada yang jujur dan adil, semua pihak wajib “mencurigai” KPU.

“Harus kita curigai, KPU juga manusia. Kita harus saling kontrol, saling mengawasi seperti panwas kan?” ujarnya.

Tak hanya ayam jago, pasangan Rudi-Dance ini juga mengirimkan pesan sarat makna lainnya kepada pesaingnya, yakni Yuliyanto-Nuh Haris (Yaris) yang merupakan pasangan petahana. Simbolisasi itu diwujudkan dengan aksi menyapu jalan dengan sapu lidi, yang dilakukan pasangan ini seusai dideklarasikan di Gedung Pemuda Daerah (GDP) Salatiga, beberapa jam sebelum mendaftar ke KPU.

Menurut Teddy, aksi menyapu jalan yang dilakukan dari GDP hingga pasar Salatiga ini merupakan tekad pasangan Rudi-Dance untuk membersihkan Salatiga dari praktik-praktik yang tidak benar selama pasangan petahana memimpin Salatiga.

“Lima tahun nggo jag-jagan (dibuat kotor-kotor). Pak Rudi diperintahkan rakyat untuk membersihkan kota ini supaya kota ini nyaman,” tegasnya.

Soal penyerahan ayam jago ke Ketua KPU Salatiga tersebut, ternyata memang benar-benar simbolisasi. Setelah diserahkan dan difoto wartawan, ayam jago tersebut kembali diminta oleh Teddy.

Comments
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More