Beranda Gaya Hidup Perempuan Inilah Ryoko Nakaoka, Wanita yang Memiliki Payudara Terindah Asal Tokyo

Inilah Ryoko Nakaoka, Wanita yang Memiliki Payudara Terindah Asal Tokyo

4801
0

BABAT POST – Ryoko Nakaoka model wanita asal Tokyo, Jepang tahun ini terpilih sebagai model wanita yang memiliki payudara terindah. Kontes bernama Bioppai tersebut digelar setiap tahunnya di Jepang untuk memilih Model wanita berdasarkan keindahan payudara.

Nakaoka yang berusia 23 tahun mengaku bahwa dia merasa bahagia dan tidak menyangka bakal keluar menjadi pemenang.

Sebab, pada sesi pengenalan diri, Nakaoka mengaku bahwa dia khawatir tereliminasi karena memiliki kulit tubuh cenderung kering.

“Aku sedari kecil menyukai olahraga, seperti berenang dan tenis. Jadi, sering terpapar sinar matahari sehingga berdampak pada kulit tampak kurang cantik,” jelas Nakaoka.

Penilaian pada kompetisi Bioppai tidak berdasarkan ukuran terbesar, tetapi mempertimbangkan bentuk yang proporsional dan kekencangan payudara.

Salah satu syarat utama dalam kontes ini adalah payudara setiap Model wanita harus natural.

Jadi, tidak boleh payudara berimplan atau telah melalui proses rekonstruksi bedah plastik.

“Payudara Nakaoka memiliki bentuk yang proporsional dengan tubuhnya,” jelas Maggie, salah satu selebriti Jepang yang berpartisipasi sebagai salah satu juri.

Maggie mengatakan bahwa Nakaoka pantas terpilih sebagai yang terbaik karena memang dia memiliki “aset” pribadi yang indah dan 100 persen alami.

Sementara itu dua perempuan Yazidi asal Irak yang diculik militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) pada 2014 dianugerahi Penghargaan Sakharov dari Parlemen Eropa untuk kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat.

Mereka adalah Murad Basee dan Lamiya Aji Bashar. Dua dari ribuan perempuan etnis minoritas Yazidi ini diculik dan sempat dijadikan budak seks oleh kelompok Islamis radikal itu.

Keduanya diculik dari desa mereka di dekat Sinjar, Irak barat laut, pada musim panas 2014, . dilaporkan Voice of America. Mereka menerima penghargaan itu pada Kamis (27/10/2016).

Basee dan Bashar kini dianggap sebagai pemimpin dalam gerakan untuk melindungi warga Yazidi lainnya yang tinggal di kawasan-kawasan yang diserbu ISIS.

Mereka juga meminta agar pembantaian terhadap warga Yazidi diakui sebagai genosida.

Penghargaan itu memakai nama Andrei Sakharov, ilmuwan pembangkang Soviet yang meninggal tahun 1989.

Biasanya penghargaan Sakharov diberikan setiap tahun kepada para pembela hak asasi manusia (HAM).