Bursa Saham Indonesia Menguat Ditengah Demo 4 November 2016

  • Share

BABAT POST – Demo 4 November 2016 yang berjalan damai ternyata berdampak positif pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan akhir pekan ini IHSG berbalik menguat setelah pada pembukaan hingga sesi I berada di zona merah. Di tengah aksi demo besar-besaran itu, IHSG akhirnya ditutup menguat 33,16 poin atau 0,62% ke level 5.362,66 saat bursa saham Asia lesu.

Diketahui pada perdagangan tadi pagi, IHSG dibuka melemah 23,29 poin atau 0,44% ke level 5.306,21 dan pada sesi siang melemah 21,88 poin atau 0,41% ke level 5.307,62. Sedangkan kemarin bursa saham Tanah Air ditutup terjun bebas 75,95 poin atau 1,41% ke level 5.329,50.

Sektor di dalam negeri semuanya berada di jalur positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 2,34% disusul sektor industri dasar yang menguat 1,47%.

Berita Terkait :  Bursa Saham Bank Tertekan, Bursa Asia Melemah

Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,05 triliun dengan 7,77 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp912,70 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,63 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,72 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 189 saham menguat, 110 saham melemah dan 105 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp2.050 menjadi Rp67.050, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp140 menjadi Rp3.800, dan PT Bank negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp125 menjadi Rp5.600.

Sementara, saham-saham yang teracatat melemah di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun Rp100 menjadi Rp3.450, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) turun Rp60 menjadi Rp3.480, dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) turun Rp50 menjadi Rp1.950.

Dilansir CNBC, Jumat (4/11/2016), bursa saham Asia melemah dengan saham Jepang memimpin kerugian dan indeks Australia tergelincir ke posisi terendah dalam empat bulan, karena investor berbondong-bondong ke aset safe haven di tengah kekhawatiran tentang pemilihan presiden AS.

Berita Terkait :  Pertarungannya Sengit Antara Lorenzo Dan Rossi Di Motegi

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 ditutup turun 229,32 poin atau 1,34% ke level 16.905,36, sementara indeks Topix turun 21,4 poin atau 1,56% ke level 1.347,04, dengan saham berada di bawah tekanan dari penguatan yen.

Yen yang dianggap sebagai aset safe haven, menguat terhadap USD setinggi 102,81 atau naik dari level atas 104 mencapai awal pekan ini. Kekuatan relatif dalam yen mendorong eksportir utama Jepang lebih rendah, dengan saham Toyota ditutup melemah 4,04%, saham Sony lebih rendah sebesar 2,76%, dan Mazda Motor turun 5,08%.

Melintasi ke Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup turun 1,78 poin atau 0,09% ke level 1.982,02. Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup turun 44,75 poin atau 0,86% ke level 5.180,80, menurun selama lima sesi berturut-turut berakhir pada tingkat yang tidak terlihat sejak akhir Juni. Sektor energi tergelincir 0,90% dan sektor keuangan turun 1,60%.

Berita Terkait :  Ribuan murid sekolah di Makassar gelar demo bela Pak Guru Dasrul yang dipukul orang tua murid

Saham National Australia Bank (NAB) jatuh 5,99% menjadi 25,88 dolar Australia per saham. Saham perbankan besar lainnya juga turun, dengan saham ANZ turun 1,50%, Commonwealth Bank of Australia melemah 0,87%, dan Westpac turun 0,54%.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng datar dalam perdagangan sore, menapak kemajuan sebelumnya hampir 0,2%, sedangkan Taiwan Taiex juga berakhir mendatar. Saham daratan China ditutup melemah, dengan komposit Shanghai turun 3,86 poin atau 0,12% menjadi 3,125.07, dan Shenzhen turun 4,43 poin atau 0,21% ke level 2.067,15.

  • Share