Banyak Polisi yang Terluka ketika Demo 4 November

BABAT POST – Demo 4 November pun telai usai. Kaus Ahok yang bikin ricuh semuanya terutama untuk umat yang beragama Islam di Indonesia. begitu banyaknya pendemo yang berdatangan dari berbagai pelosok.

Polda Metro Jaya menyebutkan 79 personel terluka saat unjuk rasa “Aksi Damai Bela Islam Tegakkan Keadilan melalui Supremasi Hukum” yang berujung ricuh pada Jumat (4/11).

Read More

“Yang menjalani perawatan inap di rumah sakit 11 orang,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono di Jakarta, yang dikutip dari Antara, Senin (7/11/2016)

Berita Terkait :  IndEX: Kepuasaan publik jadi momentum warisan Jokowi setelah 2024

Awi mengatakan petugas kepolisian yang terluka sebagian besar karena terkena lemparan batu dan tusukan bambu pada bagian wajah, perut, serta anggota tubuh lainnya.

Sebanyak 11 petugas masih menjalani perawatan pada beberapa rumah sakit seperti RS Polri Kramatjati Jakarta Timur, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto dan RS Pelni.

Sejauh ini menurut Awi, polisi masih menyelidiki pelaku tindak kekerasan tersebut dengan mengamati rekaman kamera tersembunyi.

“Penyidik akan menindaklanjuti dan menyelidiki para tersangkanya,” ujar Awi, seperti dikutip dari Antara.

Berita Terkait :  Putus cinta, BRIGADIR Dua Ricky Ricardo bunuh diri

Awi menegaskan, polisi telah bertindak sesuai prosedur tetap melalui peringatan lisan hingga menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang tetap bertahan berunjuk rasa dan anarkis.

Sebelumnya, kelompok Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) berunjuk rasa menolak penistaan agama di sekitar Silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Jumat (4/11).

Awalnya, aksi berjalan damai namun massa mulai anarkis selepas salat Isya sehingga petugas melepaskan tembakan gas air untuk membubarkan konsentrasi pengunjuk rasa.

Berita Terkait :  Puan: pandemi tidak kurangi kekhidmatan perayaan Natal 2021

Beberapa aset pemprov DKI Jakarta yang rusak di antaranya 6.600 pohon di sekitar Monumen Nasional (Monas), pagar, tiga bus Transjakarta, lampu jembatan penyeberangan orang (JPO) dan halte.

“Sama yang di Penjaringan juga itu ada yang rusak. Jalan juga perlu diperbaiki sekitar 8 meter terutama yang kena kebakaran,” ujar¬†Sumarsono.

Akibat kerusakan itu, pemprov DKI Jakarta setidaknya mengeluarkan dana Rp 400 juta untuk perbaikan taman, jalan, dan fasilitas umum yang terdampak unjuk rasa damai dugaan penistaan agama itu.

Related posts