Cyanogen Akan Berhenti Beroperasi Pada Sabtu (31/12/2016)

  • Share

BABAT POST – Pengumuman penghentian operasi Cyanogen dimuat di blog resmi perusahaan, Jumat (23/12/2016) lalu. Menurut Cyanogen, seperti dikutip KompasTekno, Minggu (25/12/2016), sistem operasi Android yang diracik oleh Cyanogen dan semua layanan perusahaannya bakal dihentikan pada Sabtu (31/12/2016) mendatang.

Cyanogen yang dikenal sebagai salah satu perusahaan pembuat sistem operasi utuh tersendiri berbasis Android, akhirnya memutuskan untuk menutup layanannya. Informasi ini disampaikan perusahaan melalui blog resminya.

“Sebagai bagian dari konsolidasi yang tengah berlangsung dari Cyanogen, semua layanan dan yang didukung Cyanogen akan dihentikan paling lambat 31/12/16,” tulis Cyanogen dalam blog-nya sebagaimana dikutip dari laman Ubergizmo, Minggu (25/12/2016)

“Mengenai Proyek open source dan source code masih akan tersedia bagi siapa saja yang ingin membangun CyanogenMod secara personal,” sambung Cyanogen.

Berita Terkait :  MixRadio, Aplikasi Streaming Musik Gratis, Kini Hadir di Indonesia

Dalam informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya perangkat yang menjalankan OS Cyanogen tidak akan lagi menerima update.

Masa depan Cyanogen bergantung pada komunitas, apakah mereka akan mengembangkannya lebih lanjut atau tidak. Namun yang menjadi pertanyaan, sejauh mana Cyanogen akan memberikan dukungan?

Sebelumnya, Cyanogen mengatakan bahwa platform besutannya telah digunakan oleh sekitar 10 juta pengguna aktif. Namun tak sedikit pihak menyebut, angka itu terlalu dibesar-besarkan.

Belum lama ini perusahaan berencana akan mengubah pendekatan yang dilakukannya selama ini. Lior Tal selaku CEO baru yang menggantikan Kirt McMaster menawarkan sebuah konsep baru yang disebut sebagai program Cyanogen Modular OS.

Berita Terkait :  3 Aplikasi Pendidikan Terupdate di Android

Lewat langkah ini, Cyanogen memberikan kebebasan perusahaan manufaktur yang ingin bekerja sama menggunakan Cyanogen OS. Jadi, vendor dapat memilih memakai sistem operasi sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun sepertinya, rencana itu tak berjalan mulus.

Bagaimana nasib pengguna Cyanogen?

Lantas, bagaimana nasib pemilik smartphone yang menjalankan sistem operasi racikan Cyanogen? Keputusan penghentian operasi ini diharapkan tidak sampai mengganggu smartphone ber-OS Cyanogen, seperti OnePlus One, Smartfren Andromax Q, dan Lenovo Zuk Z1. Namun semuanya masih belum jelas hingga awal tahun 2017 nanti.

Pemilik smartphone dengan OS Cyanogen kini direkomendasikan untuk mulai belajar dan beralih ke CyanogenMod ROM, yang merupakan produk non-komersil Cyanogen dan dikembangkan oleh komunitas pimpinan mantan co-founder Cyanogen, Steve Klondik.

Berita Terkait :  Shopee Akan Beraksi Dengan Pedagang Asing Di Indonesia Tahun 2017

Namun, berbeda dengan Cyanogen OS yang setiap rilisnya dijamain stabil, CyanogenMod OS lebih bergantung kepada kontribusi komunitas, dan setiap rilis terbarunya belum tentu stabil.

Kubu CyanogenMod sendiri setelah mengetahui rencana Cyanogen OS akan menghentikan operasinya, mengatakan bahwa walau infrastruktur di balik CyanogenMod dihentikan, namun mereka akan tetap melangsungkan hidup sistem operasi tersebut. Untuk tujuan itu, mereka membuat proyek yang diberi nama Lineage.

Menurut tim CyanogenMod, Lineage akan kembali bergantung ke komunitas akar rumput dan menjamin akan membuat sistem operasi Android oprekan dengan kualitas yang profesional dan bisa diandalkan.

  • Share