Beranda Berita Internasional Wanita Inggris Diculik Dan Diperkosa Berulang kali Di Australia

Wanita Inggris Diculik Dan Diperkosa Berulang kali Di Australia

BERBAGI
Advertisement BabatPost.com

Babatpost.com – Disekap Selama Dua bulan didalam ruangan gelap, wanita Asal Inggris ini diperkosa oleh seorang Pemuda Australia. Tak Hanya diperkosa wanita ini juga dipukul dan dianiaya pelaku.

Seperti dilansir AFP, Selasa (7/3/2017), korban yang berusia 22 tahun ini diketahui merupakan warga negara Inggris yang diduga sedang berlibur ala backpacker di Australia. Kasus ini terbongkar saat polisi menghentikan kendaraan yang dikendarai korban dan pelakunya.

Kepolisian setempat curiga karena mendapati korban yang terlihat stres dan memiliki banyak luka di wajahnya, di dalam salah satu mobil yang dihentikan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin di dekat Mitchell, Queensland. Seorang pria berusia 22 tahun yang diyakini sebagai pelaku, ditemukan bersembunyi di kursi bagian belakang saat polisi menghentikan mobil itu.

“Korban disekap dan diserang secara serius selama beberapa minggu,” terang otoritas setempat.

Dituturkan kepolisian setempat, bahwa korban dan pelaku bertemu sekitar tiga bulan sebelumnya dan sepakat untuk berwisata road trip bersama. Namun di tengah perjalanan wisata itu, pelaku mulai menyerang korban. Penyerangan dimulai antara 2 Januari hingga 5 Maret lalu di berbagai lokasi.

Pelaku dijerat serangkaian dakwaan pidana dalam kasus ini, yang terdiri atas empat dakwaan pemerkosaan, delapan dakwaan penyerangan, empat dakwaan pencekikan dan dua dakwaan penyekapan. Pelaku yang tidak disebut identitasnya, kini dalam penahanan kepolisian.

Australia tergolong populer sebagai tujuan wisata ala backpacker, dengan sekitar 600 ribu orang setiap tahunnya berwisata ke Negeri Kanguru ini. Namun seringkali mereka mengalami masalah saat berada di Australia.

Kasus paling terkenal terjadi awal tahun 1990-an lalu, ketika tujuh orang tewas dibunuh seorang pria bernama Ivan Milat dalam kasus pembunuhan berantai mengerikan. Milat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, setelah tujuh jenazah korban yang terdiri atas dua warga Inggris, tiga warga Jerman dan dua warga Australia ditemukan terkubur di kawasan hutan Sydney.