Penyebab Banjir Garut Yang Tak Susah Untuk Diceah

  • Share

Babatpost.com – Banjir di Garut Kembali terjadi pada Senin Malam 5/6, dan menurut penyelidikan banjir seperti ini akan terus terjadi ketika musim penghujan datang.

“Banjir akan terus terulang di Garut, karena frekuensi hujan yang tinggi dan saluran air yang kecil,” jelas Bupati Garut Rudy Gunawan saat dihubungi wartawan Selasa (6/6/2017) siang.

Rudy mengaku, Pemkab Garut sudah menerima peringatan ancaman bajir dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak banjir bandang Sungai Cimanuk 2016 lalu. Setidaknya, 18 kecamatan di Garut dinyatakan rawan bencana banjir karena posisinya.

Berita Terkait :  Terjadi pembunuhan kampus UMSU diliburkan

Untuk menangani banjir yang sering terjadi, harus ada sistem pengendalian banjir yang terintegrasi. Karena itu, pihaknya akan segera menyusunnya.

Baca juga : Kisah Banjir Ciwidey

“Banjir tidak mungkin dihilangkan, karena curah hujan dan daya serap air makin tidak seimbang, makanya harus ada pengendalian banjir,” tuturnya.

Untuk banjir kali ini, pihaknya masih melakukan pendataan. “Secara rinci belum ada, laporan hari ini lagi dikoordinasikan oleh Sekda, ini juga lagi rapat,” tuturnya.

Rudy memastikan, pemerintah daerah akan memberikan bantuan tanggap darurat kepada mereka yang terdampak banjir. Walaupun bantuannya tidak sama seperti yang diberikan pada koban banjir bandang Sungai Cimanuk.

Berita Terkait :  Ketua DPR ajak warga terbiasa hidup terapkan prokes ketat

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Zakaria mengaku, pendataan akibat dampak banjir masih dilakukan. “Belum ada (data kerusakan banjir). Kita masih terus melakukan pendataan,” ucapnya.

Sementara menurut Sobar, Ketua RT 02/06 Kampung Pamoyanan, Kelurahan Sukagalih, ada sekitar 10 rumah yang terkena dampak. Namun sampai sekarang belum ada bantuan apapun. Padahal jarak kampungnya dengan Pemda Garut kurang dari 1 Km.

  • Share