Bentrokan Dengan Tentara Israel, Satu Warga Palestina Tewas

  • Share

babatpost.com – Perlawanan Rakyat Palestina terhadap rezim Israel terus dilanjut. Kali ini memakan satu korban jiwa dari pihak Palestina ketika bentrok dengan tim keamanan Di Kota Tua Jerussalem.

Kantor berita Perancis, AFP, Jumat malam WIB melaporkan, informasi itu disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.

Namun, kementerian tidak memberikan keterangan yang rinci mengenai kejadian yang berlangsung di kawasan Ras al-Amud, dekat Kota Tua, Jerusalem.

Sementara Al Jazeera menambahkan, 140 warga Palestina lainnya terluka dalam bentrokan tersebut.

Berita Terkait :  Dapat Murka Tuhan, Israel Alami Bencana Kebakaran

Massa warga Palestina sedang berkumpul seusai shalat Jumat untuk menggelar aksi protes atau demonstrasi menentang berbagai kebijakan Israel yang membatasi warga Palestina atau umat Muslim masuk ke masjid Al-Aqsa.

Bentrokan mematikan itu terjadi beberapa jam setelah Israel membatasi umat Muslim yang ingin shalat di masjid Al-Aqsa, Jumat (21/7/2017).

Polisi Israel tidak mengizinkan pria Muslim berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke kompleks masjid Al-Aqsa, setelah dua polisi Israel ditembak tiga pria Arab pada pertengahan bulan ini.

Berita Terkait :  Meski Hanya 10 Orang Italia Berhasil Tekuk Israel 3-1

“Masuk ke kawasan Kota Tua dan Bukit Kuil akan diberikan hanya kepada pria berusia 50 tahun dan lebih. Wanita semua usia diizinkan masuk,” kata sebuah pernyataan polisi.

Bukit Kuil adalah sebutan Yahudi untuk kawasan Haram al-Sharif, yang meliputi Al-Aqsa.

Sedikitnya 3.000 polisi Israel dan polisi perbatasan telah dikirim ke kawasan Kota Tua, di mana permukiman warga Arab berada.

Menteri Keamanan Israel mengatakan bahwa polisi Israel akan memutuskan kapan harus mencabut detektor logam dan pintu putar di kompleks Al-Aqsa, yang dipasang minggu lalu.

Berita Terkait :  Arema belum mau serahkan trofi Bali Island Cup kepada club lain

Pemasangan detektor logam itu telah memicu protes dari warga Palestina yang melihat tindakan tersebut sebagai hukuman kolektif yang merugikan umat Islam.

  • Share