Mengapa Petani Disebut Produsen Dalam Kegiatan Ekonomi?

BabatPost.com, Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dikerjakan oleh tenaga manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dimana dalam kegiatan tersebut terdiri dari kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Nah, dikarenakan dalam kegiatannya petani menghasilkan makanan untuk dikonsumsi jadi tidak salah jika pada akhirnya petani disebut produsen dalam kegiatan ekonomi.

Sebagai pelaku yang bergerak di bidang pertanian, petani juga layak disebut sebagai pahlawan pangan. Pengaruh dunia pertanian dalam kegiatan ekonomi bahkan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani itu sendiri. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya tentang beberapa kegiatan ekonomi yang perlu Anda ketahui.

Mengetahui Pelaku Dalam Kegiatan Ekonomi

Kegiatan Produksi

Ini adalah jenis kegiatan ekonomi yang dikerjakan manusia untuk menghasilkan barang atau jasa. Kegiatan produksi juga dapat diartikan sebagai kegiatan untuk mencapai tingkat kemakmuran bagi kehidupan, meningkatkan barang, dan memanfaatkannya dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari. Beberapa contoh dari kegiatan produksi diantaranya sebagai berikut.

  • Petani kelola sawah untuk menghasilkan padi, jagung, dan singkong. Kegiatan yang dikerjakan petani tersebut adalah contoh dari kegiatan produksi. Alasannya, seorang petani mengelola sawah sehingga bisa menghasilkan padi, jagung, dan singkong yang tentunya tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga untuk orang lain.
  • Petani giling padi menjadi beras. Setelah proses pengelolahan sawah kurang lebih selama 3 bulan, para petani akan melakukan penggilingan hasil panennya untuk dijadikan sebagai beras, yang kemudian dikonsumsi sehari – hari.
  • Pabrik pembuat pakaian. Pabrik juga dikatakan sebagai kegiatan produksi sebab bisa menghasilkan produk pakaian, baik itu berupa baju atau celana yang digunakan sehari – hari.
Berita Terkait :  Terbongkar, Penyebab Rental Mobil Sepi Jelang Lebaran

Kegiatan Konsumsi

Ini adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam penggunaannya, bisa digunakan dengan cepat atau pun lambat, bahkan bisa pula digunakan secara berangsur – angsur. Kegiatan konsumsi ini bahkan juga bisa diklasifikasikan ke dalam dua jenis pola, yakni pola penggunaan langsung dan tak langsung.

  • Pola penggunaan langsung, dimana pada pola tersebut barang dan jasa yang dikonsumsi bisa memberikan manfaatnya secara langsung kepada penggunanya. Contoh dari pola penggunaan langsung seperti berikut, mengkonsumsi makanan dan minuman, menggunakan kendaraan, mengenakan pakaian, dan lain – lain.
  • Pola penggunaan tak langsung, dimana dalam pemanfaatannya dapat dirasakan dari penggunaan barang dan jasa yang tidak bisa dirasakan secara langsung. Contohnya saja apabila Anda membeli sebuah setrika, maka setrika tersebut pastinya tidak akan digunakan secara langsung ke bagian tubuh kita, tetapi digunakan untuk menyetrika pakaian. Lalu pakaian digunakan sehari – hari.
Berita Terkait :  3 Cara Blokir Sms Pinjaman Online Ilegal Secara Lengkap

Kegiatan Distribusi

Ini adalah kegiatan ekonomi yang juga dilakukan oleh manusia dalam menyalurkan barang atau jasa ke konsumen. Sementara itu untuk istilah bagi orang atau pun badan usaha yang menyalurkan barang atau jasa biasanya disebut dengan distributor. Tanpa distributor maka barang atau jasa tidak akan pernah bisa sampai ke konsumen. Distributor di sini berperan penting dalam penyaluran barang atau jasa kepada konsumen.

Apabila tidak ada distributor maka konsumen pastinya akan kesulitan pada saat ingin mendapatkan atau membeli jasa yang dibutuhkan. Sementara itu produsen sendiri pun juga turut alami kesulitan dalam pemasarannya. Yang mana dalam prakteknya sampainya barang atau jasa kepada konsumen dilakukan menggunakan dua cara, yakni distribusi langsung dan tak langsung.

  • Distribusi langsung, dimana barang hasil produksi nanti akan disalurkan secara langsung ke tangan konsumen tanpa perantara. Contohnya, penjual bakso yang menjual barang dagangannya langsung ke konsumen dengan cara berkeliling komplek. Atau ada sebuah warung yang jual berbagai macam makanan di depan rumah.
  • Distribusi tak langsung, dimana dalam proses pendistrubusian barang atau jasa yang dijual bisa disalurkan ke konsumen menggunakan perantara. Contohnya ada sebuah pabrik properti yang mengekspor barangnya ke negara lain, seperti China, Malaysia, Amerika, dan lain – lain. Maka dapat dipastikan pabrik tersebut menggunakan agen tertentu. Lalu untuk contoh lainnya adalah pabrik pakaian yang menjual hasil produksinya dengan menggunakan pedagang eceran.
Berita Terkait :  BPJS Ketenagakerjaan Bakal Menggandeng Kerja Sama Baru Bersama Dengan Bank BTN
Comments
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More