Menteri haram ke luar negeri, Sandiaga ngakalin utus anaknya wakili RI di AS

  • Share

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno urung terbang ke Amerika Serikat untuk promosi UKM dalam negeri. Sandiaga menaati arahan Presiden Jokowi dalam PPKM Darurat menteri tak boleh ke luar negeri dulu. Nah sebagai gantinya, Sandiaga utus anaknya untuk mewakilinya Amerika Serikat.

Kebetulan lho, anak Sandiaga Uno baru saja menyelesaikan studinya di Amerika Serikat. Makanya dia tugaskan anaknya untuk menggantikannya dalam forum Spice Up The World.

Sandiaga tugaskan anaknya wakili Indonesia

Menparekraf Sansiaga Uno membatalkan kehadiran acara promosi UKM di Amerika Serikat. Alasannya kondisi dalam negeri sedang fokus PPKM Darurat dan masyarakat butuh perhatian dari pemerintah.

Berita Terkait :  Psikolog Komentari Perilaku Seorang Donald Trump

Sandiaga membatalkan terbang ke AS dan mengutus anaknya mewakili Kemenparekraf. Sandiaga mengatakan forum tersebut bertujuan mengenalkan UKM Indonesia ke level dunia lho. Tapi kan menteri dalam kondisi sekarang dilarang terbang ke luar Indonesia.

“Saya putuskan untuk untuk tidak berangkat, mengingat saat ini di dalam negeri masih dalam situasi pandemi dan PPKM, di mana banyak masyarakat yang membutuhkan sentuhan langsung berupa dukungan dan bantuan,” tulis Sandiaga.

Mantan calon wakil presiden itu menugaskan anaknya saja deh kebetulan kan dia baru saja lulus kuliah di AS.

“Saya ingin Amyra (anak Sandiaga) ikut serta membantu team @kemenparekraf.ri untuk mengoptimalkan event ini, mempromosikan potensi ekonomi kreatif serta pariwisata Indonesia,” tulis Sandiaga utus anaknya di AS.

Berita Terkait :  Kahmipreneur dan Sandiaga Uno bantu 1.000 paket beasiswa untuk pelajar

Jokowi larang menteri ke luar negeri

Presiden Jokowi meminta seluruh jajarannya di Kabinet untuk memiliki rasa kepekaan sosial dalam suasana pandemi ini.

“Presiden telah menegaskan bahwa dalam PPKM Darurat ini tentunya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga, para pemimpin itu harus ada,” tutur Menseskab, Pramono Anung dalam keterangannya.

Terkait hal tersebut, Presiden melarang seluruh menteri maupun kepala lembaga untuk bepergian ke luar negeri jika tidak ada hal yang bersifat khusus serta tanpa ada izin dari Presiden.

“Yang boleh bepergian ke luar negeri hanya Menteri Luar Negeri karena memang sesuai dengan bidang tugasnya. Yang lainnya, kalau ada hal yang bersifat khusus harus mendapatkan izin secara langsung dari Bapak Presiden,” tegas Pramono.

Berita Terkait :  Momo Geisha Menikah, Begini Ungkapan Perasaanya Saat Ini

Presiden juga mengimbau kepada kementerian/lembaga untuk proaktif membuat dan memfasilitasi isolasi mandiri (isoman) bagi pegawainya yang terpapar Covid-19. Seskab memperkirakan setiap kementerian/lembaga atau pemerintah daerah dapat memfasilitasi 300-500 pasien.

“Untuk itu, dibuat secara baik, dipersiapkan, dan kemudian nanti pemerintah juga bertanggung jawab untuk mempersiapkan seluruh obat-obatan kepada isoman yang akan bergabung itu,” kata Pramono Anung.



Sumber Berita

Dapatkan update berita viral menarik hanya di BabatPost.com, Jangan Lupa Follow BabatPost.com di Google News

  • Share