Olimpiade Tokyo: Tim angkat besi siap adu strategi demi raih medali

  • Share

Jakarta (BabatPost.com) – Tim pelatih angkat besi Indonesia siap adu strategi sembari terus mematangkan persiapan setiap lifter yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo mulai Sabtu (24/7) mendatang.

Menurut pelatih kepala angkat besi Indonesia Dirdja Wihardja, pematangan strategi bakal dilakukan setelah tim pelatih mengetahui calon lawan dalam technical meeting, Kamis (22/7).

“Penentuan masuk grup B atau A ditentukan oleh total angkatan terbaik yang didaftarkan. Dari total angkatan yang didaftarkan, kemudian kita bisa tentukan mau berapa kilogram di snatch dan clean & jerk. Kalau daftar lawan sudah ada, ibaratnya angkatan terbaik sudah dikeluarkan,” kata Dirdja dalam rilis pers KOI, Rabu.

Berita Terkait :  PWNU Jatim usulkan Muktamar NU digelar tahun ini

Dirdja menambahkan jika sudah diketahui total angkatan yang didaftarkan, tim pelatih akan mulai menyusun strategi kombinasi angkatan yang akan dilakukan. Selama perlombaan, tim pelatih juga bakal terus memantau perkembangan lawan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Pada Olimpiade 2016 Rio, misalnya, tim pelatih sudah menentukan total angkatan sejak awal demi mengamankan medali untuk Eko Yuli.

“Jadi, awalnya kami langsung berusaha mengamankan medali. Setelah total angkatan kira-kira aman untuk medali, baru kami mengejar medali emas. Waktu itu lifter Kolombia berhasil di angkatan kedua sehingga dia yang mendapatkan medali emas,” ujarnya.

Berita Terkait :  Kualifikasi Piala Dunia: Denmark lanjutkan catatan sapu bersih

Namun, Dirdja mengakui bahwa pandemi Covid-19 telah membuat banyak kompetisi kualifikasi dibatalkan sehingga cukup sulit untuk memantau total angkatan resmi dari calon rival.

Hanya ada dua kompetisi yang diikuti tim Merah Putih pada tahun ini, yaknj Kejuaraan Asia dan Kejuaraan Dunia Junior di Uzbekistan.

Saat ini, seluruh anggota tim angkat besi Indonesia sudah berkumpul di Tokyo. Rombongan pertama yang terdiri dari Eko Yuli Irawan, Windy Cantika, Rahmat Erwin Abdullah, dan Nurul Akmal tiba di Tokyo pada Minggu (18/7), sementara Deni baru bergabung pada Rabu (21/7).

Berita Terkait :  Olimpiade Tokyo: Putri musisi rock Bruce Springsteen rebut medali perak berkuda

Sejak tiba di Tokyo, seluruh atlet dalam keadaan aman dan sehat, serta bisa langsung berlatih di arena pertandingan.

Berita ini sudah di terbitkan oleh Sumber Berita

Dapatkan update berita menarik lainnya hanya di BabatPost.com, Jangan Lupa Follow BabatPost.com di Google News

  • Share