Ketika negeri sebesar Amerika kewalahan lawan hoaks yang membuat vaksinasi melambat

  • Whatsapp

Hoaks tak hanya marak di Indonesia tapi juga di negara adikuasa, Amerika Serikat. Hoaks yang menyebar di media sosial tak urung membuat Presiden Amerika Serikat Joe Biden frustrasi. Pasalnya hoaks berisikan informasi keliru seputar vaksinasi Covid-19 yang membuat laju vaksinasi melambat karena orang Amerika pun menjadi enggan divaksin.

Read More

Joe Biden mengatakan, masalah pandemi ini belum usai karena masih banyak rakyat Amerika yang belum mendapatkan vaksinasi. Dalam pernyataannya, Biden menunjukkan kejengkelan karena begitu banyak orang Amerika yang memenuhi syarat namun enggan disuntik.

Berita Terkait :  Facebook Akan Rilis Fitur Lowongan Kerja

“Jika Anda divaksinasi, Anda tidak akan dirawat di rumah sakit, Anda tidak akan berada di ICU, dan Anda tidak akan mati. Jadi sangat penting bagi kita semua untuk peduli dengan sesama orang Amerika,” tegas Biden seperti dilansir dari RMOL, Kamis (22/7/2021).

Berdasarkan data, hampir semua rawat inap dan kematian akibat Covid-19 di AS terjadi pada orang yang belum divaksinasi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hanya 56,2 persen orang Amerika yang sudah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Sementara itu, kasus Covid-19 di AS telah bertambah tiga kali lipat selama dua pekan dengan banyaknya hoaks mengenai vaksin. Akibatnya rumah sakit kewalahan, sementara petugas kesehatan sudah lelah menghadapi pandemi selama 1,5 tahun.

Berita Terkait :  Bahas "Hoax" Zuckerberg Datang ke Indonesia

Pada Selasa (20/7), AS mencatat lebih dari 37 ribu kasus Covid-19, naik dari 13.700 kasus Covid-19 pada 6 Juli.

Joe Bidens bahkan dengan tegas menyoroti bahwa media sosial salah satunya Facebook yang turut menyebarkan informasi yang salah tentang virus corona di platformnya. “Mereka membunuh orang. Lihat, satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah di antara yang tidak divaksinasi. Dan mereka membunuh orang,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih ketika ditanya tanggapannya soal disinformasi dan apa pesannya ke platform media sosial seperti Facebook.

Facebook menanggapi

Pernyataan Biden tentu sejalan dengan menjamurnya informasi yang salah tentang Covid-19 selama pandemi di dunia maya, terutama di situs media sosial sejuta umat seperti Facebook, Twitter, dan YouTube milik Google.

Berita Terkait :  Alasan Google Plus Kurang Diminati

Para peneliti dan anggota parlemen bahkan telah lama menuduh Facebook gagal mengawasi konten berbahaya di platformnya. Facebook sendiri telah memperkenalkan aturan untuk tidak membuat klaim palsu yang spesifik tentang Covid-19 dan vaksin, dan mengklaim bahwa mereka telah memberikan informasi yang dapat dipercaya tentang topik ini kepada orang-orang.

Juru bicara Facebook Kevin McAlister mengatakan pada Jumat bahwa platform tersebut tidak terganggu oleh tuduhan yang tidak didukung oleh fakta. McAlister mengklaim bahwa  lebih dari 2 miliar orang telah mendapatkan informasi resmi tentang Covid-19 dan vaksin dari Facebook, melebihi tempat lain di internet.

Sumber Berita

Dapatkan update berita viral menarik hanya di BabatPost.com, Jangan Lupa Follow BabatPost.com di Google News

Related posts