Penularan Covid-19 Masif, Lamongan Kembali Zona Merah

  • Share

BabatPost.com – Kabupaten Lamongan kembali masuk ke zona merah penyebaran Covid-19. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr Taufik, perpanjangan PPKM darurat yang diberlakukan memertimbangkan status kedaruratan.

Dia menjelaskan, rata-rata kabupaten di Jawa Timur masih resiko tinggi (zona merah), termasuk Lamongan. Pemerintah menetapkan perpanjangan PPKM darurat dengan harapan bisa menekan angka penularan Covid-19.

Menurut Taufik, update terakhir, ada lima kabupaten/kota di Jawa Timur yang masih oranye. Sisanya merah semua. “Mulai Selasa (20/7), Lamongan masuk resiko tinggi lagi karena jumlah kasusnya masih tinggi dan penularannya sangat cepat,” jelasnya.

Berita Terkait :  Korban Hilang Perahu terbalik Santri Langitan sudah ditemukan

Di wilayah Lamongan, masing – masing sepuluh kecamatan dinyatakan zona merah dan oranye. Sisanya, tujuh kecamatan masuk zona kuning. Karena penularan Covid-19 semakin masif, Taufik meminta masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

Selain itu, percepatan vaksinasi terus dilakukan. Harapannya, bulan depan bisa tercapai target 70 persen penduduk tervaksin untuk membentuk kekebalan kelompok. Asisten Administrasi Pemerintahan Pemkab Lamongan Sujarwo mengatakan, perpanjangan PPKM langsung disampaikan Kemenko Kemaritiman dan Investasi sesuai instruksi presiden secara virtual kemarin (21/7).

Berita Terkait :  Hujan Tak Juga Reda, Bengawan Solo Semakin Meluap, 1 Desember

Perpanjangan dilakukan sampai 25 Juli. Setelah itu, dilakukan pelonggaran-pelonggaran. Pemkab dan pemprov diharapkan tetap menekan mobilitas masyarakat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. “Iya (diperpanjang) semua kabupaten/kota level 3 dan 4 untuk selanjutnya dievaluasi setelah perpanjangan tersebut,” ujarnya.

Karena ada perpanjangan, lanjut dia, beberapa sektor harus mengikuti aturan semula. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring 100 persen. Sektor nonesensial wajib melakukan work from home (WFH). Sektor esensial seperti lembaga keuangan, perbankan, perhotelan melakukan WFH 50 persen. Sedangkan sektor pelayanan publik 25 persen WFO.

Berita Terkait :  Menilik Kerajinan Tas Karung Goni Lamongan

Jangan Lewatkan berita lainnya hanya di Babatpost.com dengan cara Follow BabatPost di Google News

sumber : radarbojonegoro.jawapos.com

  • Share