Rocky Gerung ungkap inilah yang ditunggu-tunggu dari Moeldoko, kok sebut Luhut ya

  • Share

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan promosi obat Ivermectin sebagai obat COvid-19 ini diduga melibatkan nama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dan politikus PDIP Ripka Tjiptaning Ploretariat. Atas tudingan ICW itu, Moeldoko mengancam ambil langkah hukum. Sikap Moeldoko ini, Rocky Gerung menilai ada hal yang paling ditunggu-tunggu rakyat lho. Maksudnya apa ya?

Pengamat politik Rocky Gerung menilai manuver Moeldoko soal ivermectin ini jangan salahkan publik, yang kemudian mencium ada politik di balik promosi ivermectin.

Rocky Gerung soal ditunggu-tunggu publik soal Moeldoko

Rocky Gerung menyindir respons Moeldoko yang mengancam ICW ke meja hijau lantaran mengungkapkan temuan siapa yang bermain di belakang ivermectin.

Mantan pengajar UI itu menyarankan Moeldoko belajar saja ke Luhut Pandjaitan dalam merespons tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

“Pak Moeldoko perlu belajar ke Luhut Binsar Pandjaitan, begitu dia ada keliru maka minta maaf. Mungkin ya Moeldoko anggap ada keliru, sebaiknya klarifikasi seperti cara LBP. Pak Moeldoko juga bisa bilang gitu,” kata Rocky dalam perbincangan di kanal Rocky Gerung Official, dikutip Minggu 25 Juli 2021.

Berita Terkait :  Moeldoko sebut pandemi picu kebangkitan potensi Indonesia

Sebenarnya, ujar Rocky, bila Moeldoko minta maaf soal ivermectin, publik akan lebih memandang persoalan promosi obat ini menjadi sesuatu yang lebih netral, tak ada kongkalikong politik gitu. Nah lain cerita ternyata Moeldoko mengancam mereka yang menudingnya bermain di balik obat cacing tersebut.

“Kalau reaksinya ke ranah hukum, itu artinya ada sesuatu, itu sebetulnya yang publik tunggu-tunggu. Begitu Anda bereaksi itu akan sesuatu muncul yang rumit lagi,” jelas tokoh oposisi tersebut.

Ngapain Moeldoko promosikan ivermectin

Rocky mengulas pula nama Moeldoko di mata publik itu sudah terrnoda. Menurutnya publik masih ingat kok dengan manuver Moeldoko mengacak-ngacak Partai Demokrat.

Manuver itu membuat publik menghubungkan dengan manuer mantan Panglima TNI itu dalam promosi ivermectin. Ada apa di balik semua ini, ada sesuatu apa ya.

“Moeldoko selalu dalam ingatan orang, teori ambisi hidup terus karena belum ada klarifikasi secara etis (soal Partai Demokrat). Kalau Moeldoko dituduhkan ICW, Moeldoko ingin kumpulkan kapital untuk kudeta ini itu,” katanya.

Nah yang lebih menarik lagi adalah, sebelum dibongkar ICW, beberapa waktu lalu Moeldoko ketahuan mempromosikan ivermectin sebagai pengobatan Covid-19. Ada apa ya dibalik itu, Rocky pun bertanya-tanya.

Berita Terkait :  Moeldoko apresiasi kerja keras dorong ekonomi kembali ke level positif

Rocky pun menganalisis manuver ivermectin ini, bisa saja Moeldoko ini masuk dalam rezim farmako politik, farmasi politik.

“Kepentingan Moeldoko di situ apa, farmako politik lebih besar lagi yang ada di BUMN, importir lobi kekuasaan. Jadi sebelum ini (manuver Moeldoko) dibuktikan, logika publik sudah bekerja kepentingan farmasi berkaitan dengan promosi politik. Di seluruh dunia begitu,” katanya.

Sebelumnya peneliti Korupsi Politik ICW, Egi Primayogha menjelaskan, jejaring ini menunjukkan dugaan adanya upaya bagi sejumlah pihak yang mencari keuntungan di tengah krisis pandemi lewat relasi politik.

Setidaknya dalam periode kurun waktu Juni hingga Juli 2021, ICW menelusuri jejaring politik dan bisnis ini melalui berbagai sumber, mulai dari pemberitaan media, akta perusahaan, dan sumber lainnya.

Dalam berbagai penulusuran tersebut, ICW telah menemukan tiga temuan penting dari penelusuran ini, yakni kaitan antara PT Harsen Laboratories dengan politikus PDI Perjuangan dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Berita Terkait :  Moeldoko ajak keluarga besar Kawanua bergotong royong tangani krisis

PT Harsen Laboratories itu sendiri memiliki jejaring bisnis dengan perusahaan-perusahaan lain. Direktur dan komisaris PT Harsen, Harjoseno dan Runi Adianti, terafiliasi dengan PT Seruni Mekar Jaya yang bergerak di bidang pariwisata.

Menurut Egi, nama pasangan suami istri tersebut juga ditemukan dalam dokumen Panama Papers. Mereka terhubung dengan Unix Capital Limited, perusahaan cangkang yang terdaftar di British Virgin Island. Selain itu, nama para pengurus dan pemilik saham PT Harsen ini juga tertera di PT Sentra Sukses Kencana.

Selanjutnya ada nama Sofia Koswara sebagai Wakil Presiden PT Harsen Laboratories. Kendati namanya tak tertera dalam akta perusahaan PT Harsen, Egi mengatakan Sofia memegang peran sentral dalam menjalin relasi dengan berbagai pihak.

Sofia berhubungan dengan Front Line Covid-19 Clinical Care (FLCCC). Dia merupakan Ketua FLCCC Indonesia. Adapun salah satu anggota FLCCC adalah Budhi Antariksa, tim uji klinis ivermectin sekaligus anggota tim dokter kepresidenan.

Sumber Berita

Dapatkan update berita viral menarik hanya di BabatPost.com, Jangan Lupa Follow BabatPost.com di Google News

  • Share