Pemkab Lamongan Matangkan Persiapan Isolasi Terpusat

  • Share

BabatPost.com – Pemkab Lamongan terus mematangkan persiapan ruang isolasi mandiri terpusat di Gedung Korpri Lamongan. Saat ini, sudah terdapat kasur, obat-obatan, tabung isolasi, dan kipas angin di gedung tersebut. ‘’Jadi ini sesuai dengan petunjuk dari Presiden, harus disiapkan isolasi terpusat. Di kabupaten ini, kita siapkan 40 ruangan,’’ tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi kepada Jawa Pos BabatPost.com kemarin (26/7).

Bupati yang akrab disapa Yes ini menjelaskan, terdapat 1.798 warga yang saat ini melakukan isolasi mandiri. Dia meminta satgas di tingkat kecamatan membuat grup WA yang di dalamnya terdapat forkopimcam dan warga isoman.

Tujuannya, memermudah pengawasan terhadap pasien. Sehingga setiap ada keluhan dapat diberikan bantuan, dan percepatan penyembuhan.‘’Jadi supaya lebih mudah di dalam pengawasan dan pemantauan. Yang isolasi mandiri di sini, pasien positif tanpa gejala yang tidak perlu tindakan medis,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, berdasarkan data peta zonasi dari Dinas Kesehatan Lamongan, 19 – 25 Juli kondisi wilayah berangsur membaik.

Delapan kecamatan dengan resiko rendah, 13 kecamatan resiko sedang, dan 6 kecamatan resiko tinggi. ‘’Alhamdulillah di Lamongan sudah teratasi dengan baik,’’ imbuh Yes saat meninjau kesiapan ruang isolasi mandiri terpusat.

Berita Terkait :  RSUD Dr. Soegiri Lamongan Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Sementara itu, total pelaksa naan vaksinasi di Lamongan sudah mencapai 203.332 vaksin. Rinciannya 142.417 vaksin tahap 1, dan 60.915 vaksin tahap 2.  ‘’Dosis satu hampir 17 persen, dari target 70 persen. Tapi dari seluruh vaksin kita terima dan disuntikkan, sudah 99 persen. Pokoknya ada dropping langsung kita salurkan,’’ tuturnya.

Yes menjelaskan, data terkait ketersediaan BOR di Lamongan ada 551 tempat tidur. Dari jumlah itu, 216 bed terpakai. Sementara dari 482 tabung oksigen yang disiapkan, 220 tabung sudah kosong dan 117 tabung terpakai. Sehingga, sisa 145 tabung. ‘’Sampai sekarang belum ada keterlambatan tabung oksigen,’’ katanya.

Bupati bersama forkompimda kemarin meninjau penerapan PPKM level empat di PKL belakang Masjid Agung Lamongan (MAL). Dia mengatakan, penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat berdasar arahan presiden, akan dilakukan secara bertahap. ‘’Ini sekaligus mensosialisasikan kepada pedagang. PPKM ini tidak menutup, yang diatur adalah jam tutupnya serta yang beli tidak boleh berlama-lama,’’ katanya.

Berita Terkait :  PPKM Level 4 Diperpanjang, Polres Tunggu Instruksi Atasan

Menurut dia, seperti arahan presiden, pasar rakyat yang menjual sembako diperbolehkan buka. Sedangkan, pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok bisa buka maksimal kapasitas 50 persen sampai pukul 15.00 dengan protokol kesehatan ketat. Selain pasar rakyat, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cuci an kendaraan, dan usaha kecil sejenis diizinkan buka sampai pukul 21.00. Sementara warung makan, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka  diizinkan buka sampai pukul 20.00. Maksimal waktu makan pengunjung 20 menit.

‘’Waktu 20 menit itu kan waktu yang cukup. Bukan berarti belum habis, langsung disuruh selesai. Waktu 20 menit itu cukup untuk makan, jadi tidak perlu cangkrukan,’’ ucap Yes.

Kapolres AKBP Miko Indrayana menuturkan, dampak pelaksanaan kegiatan hari besar seperti Idul Adha juga harus dipersiapkan. Dia meminta camat, danramil, dan kapolsek untuk memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami peningkatan keterpaparan Covid-19. ‘’Tolong PPKM level 4 benar-benar dilaksanakan,’’ pintanya.

Berita Terkait :  12 ASN Bepergian Tapi Tak Melanggar

Selama PPKM darurat ini, sebagian masyarakat tidak mematuhi prokes. Kapolres mendata 64 warga mendapatkan sanksi administrasi. Sementara ada 5 ribu lebih warga melanggar, khususnya tidak menggunakan masker. ‘’Untuk sanksi yang lain juga kita berikan. Inilah yang digenjor Pak Bupati. Pasar-pasar yang ada didirikan gerai masker. Masker ini akan diberikan secara gratis kepada masyarakat,’’ imbuh Miko.

Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono menjelaskan, pihaknya telah melakukan vaksinasi 14.130 dosis. ‘’Menko Marvest juga telah memberikan bantuan dengan jumlah 66 ribu kg beras, yang sudah diterimakan total 50 ribu kg. Kami juga akan menerima 19.790 kg lagi. Selain itu juga ada dukungan 175 paket dan telah terdistribusikan,’’ terang Sidik.

Jangan Lewatkan berita lainnya hanya di Babatpost.com dengan cara Follow BabatPost di Google News

sumber : radarbojonegoro.jawapos.com

  • Share