Amphuri Dorong Pemerintah Desak Saudi Perlonggar Aturan Umroh Jemaah Indonesia

  • Share

Saudi bolehkan jemaah dari seluruh negara melaksanakan umroh mulai 1 Muharram 1443 H. tetapi Indonesia dapat syarat tambahan yaitu karantina 14 hari di negara ketiga.

BabatPost.com – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) mendorong Pemerintah menguatkan lobi kepada Arab Saudi terkait kebijakan pembukaan kembali umroh. Dalam ketentuan barunya, jemaah Indonesia diizinkan menunaikan umroh namun dikenakan syarat tambahan keharusan melaksanakan karantina 14 hari di negara ketiga.

” Kita berharap sebagai asosiasi haji dan umroh terbesar di Indonesia agar Pemerintah Indonesia khususnya Menteri Luar Negeri untuk memastikan bahwa Indonesia dilepaskan dari suspend kedatangan Saudi Arabia,” ujar Ketua Umum Amphuri, Firman M Nur, kepada BabatPost.com.

Firman meyakini jika lobi dijalankan semakin keras tentu Saudi akan mempertimbangkan pencabutan ketentuan tersebut. Dengan demikian jemaah Indonesia dapat melaksanakan umroh tanpa harus kesulitan memenuhi persyaratan.

Di balik aturan ketat tersebut, Firman mengapresiasi keputusan Saudi membuka kembali penyelenggaraan umroh untuk jemaah luar negeri yang menjadi kabar gembira bagi umat Islam. Khususnya umat Islam Indonesia yang sudah sangat ingin melaksanakan umroh sejak diberlakukan penutupan akibat pandemi Covid-19 pada 20 Februari 2021.

” Kondisi ini bagi kita tentu menjadi harapan bersama bahwa umroh bisa dilaksanakan dalam waktu dekat bagi jemaah Indonesia,” kata dia.

Terkait syarat vaksin booster bagi penerima vaksin China baik Sinovac maupun Sinopharm, Firman berharap Kementerian Kesehatan dapat menyediakan fasilitas tersebut untuk calon jemaah umroh Indonesia.

” Berupa satu kali tambahan vaksin berupa dari empat jenis yang sudah ditentukan yaitu Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau Johnson & Johnson,” kata dia.

Indonesia Akan Lobi Saudi Soal Jemaah Umroh Wajib Karantina di Negara Lain

BabatPost.com – Pemerintah masih mempelajari ketentuan yang ditetapkan Arab Saudi mengenai penyelenggaraan umroh 1443 H. Dalam ketentuan itu, Indonesia dimasukkan dalam daftar 9 negara yang jemaah umrohnya diharuskan menjalani karantina 14 hari di negara ketiga.

” Perwakilan Pemerintah di Saudi, yaitu KJRI di Jeddah, telah menerima edaran tersebut pada 15 Zulhijjah 1442H atau 25 Juli 2021. Kami masih pelajari,” ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi.

Saudi telah membolehkan seluruh negara di dunia mengirimkan jemaahnya dengan penerbangan langsung untuk melaksanakan umroh. Tetapi, Saudi menambahkan syarat wajib karantina 14 hari di negara ketiga bagi calon jemaah umroh dari Indonesia, India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Berita Terkait :  Ketua DPD RI apresiasi dua daerah di Jatim vaksinasi capai 70 persen

Terkait edaran ini, Khoirizi mengatakan KJRI Jeddah mengupayakan diplomasi melalui Deputi Umroh Kementerian Haji dan Umroh Saudi. Diharapkan Indonesia bisa terbebas dari syarat karantina 14 hari di negara ketiga.

” Kami dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi dengan Dubes Saudi di Jakarta untuk menyampaikan hal dimaksud,” kata dia.

Soal Syarat Booster Vaksin

Sementara terkait syarat wajib booster vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J bagi penerima vaksin China, Khoirizi akan segera membahas masalah ini dengan BNPB dan Kementerian Kesehatan. Diketahui, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia divaksin dengan vaksin dari China yaitu Sinovac maupun Sinopharm.

” Kita akan lakukan langkah koordinasi dengan Kemenkes dan pihak terkait lainnya untuk membahas persyaratan tersebut, agar kebutuhan jemaah umroh Indonesia bisa terlayani,” terang Khoirizi.

Lebih lanjut, Khoirizi menjelaskan selama ini penyelenggaraan ibadah umroh dilakukan oleh swasta yaitu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh/PPIU).Sifatnya Bussines to Bussines (B to B), bukan Government to Government (G to G).

” Kita akan bahas bersama hal ini dengan asosiasi PPIU terkait persyaratan yang ditetapkan Saudi,” ucap Khoirizi.

Saudi Buka Kembali Umroh Untuk Jemaah Luar Negeri, Indonesia Diizinkan?

BabatPost.com – Otoritas Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umroh untuk jemaah luar negeri. Ibadah umroh ditetapkan dimulai pada 1 Muharram 1443 H, yang jatuh pada 10 Agustus 2021.

Pengumuman ini diunggah pada akun resmi Pengelola Dua Masjid Suci, Haramain Sharifain baik Facebook maupun di Twitter.

” Arab Saudi mengumumkan dimulainya kembali umroh untuk jemaah internasional pada 1 Muharram 1443 H,” demikian pengumuman tersebut.

Dalam pengumuman tersebut dinyatakan jemaah dari berbagai negara diizinkan untuk melaksanakan umroh dengan penerbangan langsung ke Saudi. Pengecualian diberikan kepada jemaah dari sembilan negara termasuk Indonesia.

Delapan negara lainnya adalah India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Pengecualian dimaksud adalah jemaah dari kesembilan negara itu harus menjalani karantina terlebih dahulu selama 14 hari di negara ketiga sebelum masuk ke wilayah kerajaan Saudi.

” Perlu menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di wilayah Kerajaan,” lanjut pengumuman tersebut.

Dalam penjelasan lebih lanjut di kolom komentarnya, ketentuan ini berlaku untuk jemaah haji yang pernah singgah maupun tinggal di kesembilan negara yang dikecualikan tersebut.

Berita Terkait :  2 Negara Arab Ini Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Pakai Vaksin Buatan China Boleh, Tapi…

Selain itu, vaksinasi Covid-19 dengan dosis penuh menjadi syarat wajib umroh. Vaksin yang dibolehkan yaitu dosis penuh Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J. 

Sementara untuk negara-negara yang menggunakan vaksin buatan China diharuskan mendapat suntikan booster dari produsen empat vaksin yang diizinkan.

” Dosis penuh dari vaksin buatan China dengan suntikan booster dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J,” demikian pengumuman tersebut.

Syarat lainnya, jemaah harus berusia 18 tahun ke atas. Jemaah juga diharuskan menggunakan biro perjalanan umroh yang telah mendapatkan akreditasi dari Kementerian Haji dan Umroh Saudi.

Saat dikonfirmasi terkait pengumuman tersebut, pihak Kementerian Agama belum dapat memberikan komentar lebih jauh.

” Belum ada, Mas,” ujar Plt Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag, Yayat Supriyadi.

Indonesia Akan Lobi Saudi Soal Jemaah Umroh Wajib Karantina di Negara Lain

BabatPost.com – Pemerintah masih mempelajari ketentuan yang ditetapkan Arab Saudi mengenai penyelenggaraan umroh 1443 H. Dalam ketentuan itu, Indonesia dimasukkan dalam daftar 9 negara yang jemaah umrohnya diharuskan menjalani karantina 14 hari di negara ketiga.

” Perwakilan Pemerintah di Saudi, yaitu KJRI di Jeddah, telah menerima edaran tersebut pada 15 Zulhijjah 1442H atau 25 Juli 2021. Kami masih pelajari,” ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi.

Saudi telah membolehkan seluruh negara di dunia mengirimkan jemaahnya dengan penerbangan langsung untuk melaksanakan umroh. Tetapi, Saudi menambahkan syarat wajib karantina 14 hari di negara ketiga bagi calon jemaah umroh dari Indonesia, India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Terkait edaran ini, Khoirizi mengatakan KJRI Jeddah mengupayakan diplomasi melalui Deputi Umroh Kementerian Haji dan Umroh Saudi. Diharapkan Indonesia bisa terbebas dari syarat karantina 14 hari di negara ketiga.

” Kami dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi dengan Dubes Saudi di Jakarta untuk menyampaikan hal dimaksud,” kata dia.

Soal Syarat Booster Vaksin

Sementara terkait syarat wajib booster vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J bagi penerima vaksin China, Khoirizi akan segera membahas masalah ini dengan BNPB dan Kementerian Kesehatan. Diketahui, hampir sebagian besar masyarakat Indonesia divaksin dengan vaksin dari China yaitu Sinovac maupun Sinopharm.

” Kita akan lakukan langkah koordinasi dengan Kemenkes dan pihak terkait lainnya untuk membahas persyaratan tersebut, agar kebutuhan jemaah umroh Indonesia bisa terlayani,” terang Khoirizi.

Berita Terkait :  Kebakaran Rumah Sakit Arab Saudi sudah berhasil di atasi

Lebih lanjut, Khoirizi menjelaskan selama ini penyelenggaraan ibadah umroh dilakukan oleh swasta yaitu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh/PPIU).Sifatnya Bussines to Bussines (B to B), bukan Government to Government (G to G).

” Kita akan bahas bersama hal ini dengan asosiasi PPIU terkait persyaratan yang ditetapkan Saudi,” ucap Khoirizi.

Saudi Buka Kembali Umroh Untuk Jemaah Luar Negeri, Indonesia Diizinkan?

BabatPost.com – Otoritas Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan pembukaan kembali penyelenggaraan ibadah umroh untuk jemaah luar negeri. Ibadah umroh ditetapkan dimulai pada 1 Muharram 1443 H, yang jatuh pada 10 Agustus 2021.

Pengumuman ini diunggah pada akun resmi Pengelola Dua Masjid Suci, Haramain Sharifain baik Facebook maupun di Twitter.

” Arab Saudi mengumumkan dimulainya kembali umroh untuk jemaah internasional pada 1 Muharram 1443 H,” demikian pengumuman tersebut.

Dalam pengumuman tersebut dinyatakan jemaah dari berbagai negara diizinkan untuk melaksanakan umroh dengan penerbangan langsung ke Saudi. Pengecualian diberikan kepada jemaah dari sembilan negara termasuk Indonesia.

Delapan negara lainnya adalah India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Pengecualian dimaksud adalah jemaah dari kesembilan negara itu harus menjalani karantina terlebih dahulu selama 14 hari di negara ketiga sebelum masuk ke wilayah kerajaan Saudi.

” Perlu menjalani karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di wilayah Kerajaan,” lanjut pengumuman tersebut.

Dalam penjelasan lebih lanjut di kolom komentarnya, ketentuan ini berlaku untuk jemaah haji yang pernah singgah maupun tinggal di kesembilan negara yang dikecualikan tersebut.

Pakai Vaksin Buatan China Boleh, Tapi…

Selain itu, vaksinasi Covid-19 dengan dosis penuh menjadi syarat wajib umroh. Vaksin yang dibolehkan yaitu dosis penuh Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J. 

Sementara untuk negara-negara yang menggunakan vaksin buatan China diharuskan mendapat suntikan booster dari produsen empat vaksin yang diizinkan.

” Dosis penuh dari vaksin buatan China dengan suntikan booster dari Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J,” demikian pengumuman tersebut.

Syarat lainnya, jemaah harus berusia 18 tahun ke atas. Jemaah juga diharuskan menggunakan biro perjalanan umroh yang telah mendapatkan akreditasi dari Kementerian Haji dan Umroh Saudi.

Saat dikonfirmasi terkait pengumuman tersebut, pihak Kementerian Agama belum dapat memberikan komentar lebih jauh.

” Belum ada, Mas,” ujar Plt Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag, Yayat Supriyadi.

  • Share