Bahaya penyempitan tulang leher, kondisi yang dialami Hanung Bramantyo

  • Share

Sutradara ternama Hanung Bramantyo baru-baru ini kerap terlihat menggnakan penyangga leher. Biasanya bantalan leher ini juga kerap digunakan saat dirinya beranjak tidur.

Setelah ditelusuri ternyata ayah dari enam anak ini mengalami saraf kejepit di bagian leher. Agar tidak semakin parah, Hanung memeriksakan lehernya di Jogja International Hospital (JIH), Yogyakarta, pada Kamis 26 Agustus 2021.

“Lagi mau MRI di Rumah Sakit JIH. Melihat leher saya ini normal apa enggak,” tutur Hanung sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, dilansir laman matamata.

Berita Terkait :  Dugaan inisial NM prostitusi Online yang ditangkap adalah Nikita Mirzani

Ia mengungkapkan kondisi yang dialaminya itu terjadi lantaran dirinya terlalu banyak menunduk sehingga ruas lehernya menyempit.

“Ruas leher menyempit akibat terlalu banyak nunduk, Hmm… terlalu banyak stalking IG nih (emoji tertawa),” tulisnya dalam caption.

Dalam postingan itu Hanung juga menunjukkan gambar hasil MRI-nya dan memberi bulatan merah pada ruas leher mana yang menyempit.

Berbahayakah penyempitan tulang leher?

Meski ia masih bisa bisa menjalankan aktivitas sehari-hari, namun berbahayakan kondisi tulang kejepit di leher?

Dilansir laman WebMD, penyempitan tulang leher atau cervical spinal stenosis terjadi karena terjepitnya sekumpulan saraf yang membentang dari pangkal otak hingga punggung bawah.

Berita Terkait :  Hanung Bramantyo positif Covid-19, Zaskia: Ada hikmahnya pisah ranjang

Padahal fungsi syaraf tersebut cukup krusial antara lain untuk bergerak dan mengendalikan sistem pencernaan dan sistem kemih, dan lain-lain.

Pada penyempitan tulang leher, ruas tulang belakang bisa menjepit akar-akar saraf atau merusak tulang belakang itu sendiri.

Hal ini bisa menyebabkan terganggunya fungsi tulang belakang dan timbulnya nyeri, kaku, mati rasa, atau rasa lemas pada leher, lengan, dan kaki. Kondisi ini juga bisa membuat kita kesulitan mengendalikan buang air kecil dan buang air besar.

Berita Terkait :  Wirang Birawa prediksi hubungan Ria Ricis dan Teuku Ryan: Sangat membawa keberuntungan

Meski disebut tidak sampai menyebabkan kematin, Namun dalam kondisi parah tentu akan mengganggu aktivitas. Tidak ada obat untuk mengatasi cervical spinal stenosis. Namun, berbagai perawatan dan latihan non-bedah dapat menjaga rasa sakitnya. Kebanyakan orang dengan kondisi ini dapat hidup normal.

Topikhanung bramantyo Penyempitan tulang leher saraf kejepit syaraf kejepit

Sumber Berita

Dapatkan update berita viral menarik hanya di BabatPost.com, Jangan Lupa Follow BabatPost.com di Google News

  • Share