Luca Marini Akui Simulator Balap Kurang Cocok Digunakan untuk MotoGP

  • Share

Berita MotoGP: Luca Marini, rider Avintia Sky VR46 Team, menyebut penggunaan simulator balap tak mungkin digunakan dalam ajang MotoGP karena merupakan standar Formula 1.

Penggunaan simulator balap sudah merupakan bagian yang terpisahkan dari ajang balap mobil Formula 1. Tidak hanya pebalap rookie, para pebalap senior juga memakainya sebagai bentuk persiapan diri jelang menghadapi akhir pekan balap, terutama di trek baru.

Namun untuk kasus MotoGP, tidak ada ukuran pasti. Luca Marini pun meyakini simulator balap tak bisa diterapkan di ajang balap motor kelas utama.

“Ada beberapa orang di Italia, dan di Eropa pada umumnya, yang mencoba membuat sesuatu yang khusus disesuaikan untuk sepeda motor. Tetapi tidak semudah itu. Semua yang saya coba sejauh ini tidak cukup baik bagi kami menurut saya,” kata Marini dilansir dari Motorsport.com.

Berita Terkait :  Bos Ducati Sebut Performa Motor Desmosedici Tak Sesuai Harapan

“Kemajuan teknologi dalam olahraga ini luar biasa. Dan, batas dari motor-motor ini tak mungkin untuk ditiru. Feeling yang Anda miliki dengan simulator tak dapat dibandingkan dengan perasaan di sepeda motor sesungguhnya,” ia menjelaskan.

“Otot-otot juga digunakan dengan sangat berbeda. Gaya yang berbeda bekerja ketika Anda melewati tikungan pada sepeda motor,” tambahnya.

Senada dengan Marini, juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir, juga memiliki keraguan terkait penggunaan simulator balap dalam disiplin olahraga mereka.

Berita Terkait :  Lorenzo ke Ducati, Iannone gak takut bakal terusir

“Saya bisa membayangkannya, tetapi pada saat yang sama, saya berpikir bahwa itu benar-benar sulit untuk membangun simulator yang baik untuk sepeda motor,” tutur Mir.

“Anda harus mempertimbangkan banyak hal, semua kekuatan yang bekerja. Ini bukan hanya tentang downforce. Itu yang membuatnya sulit,” imbuhnya.

Menurut Luca Marini, opsi terbaik adalah berlatih dengan sepeda motor di sela-sela balapan akhir pekan. Dengan ranch milik kakaknya, Valentino Rossi, di Tavullia, ia memiliki kondisi yang sempurna untuk hal tersebut.

“Jika Anda tidak tahu treknya, PlayStation dapat membantu. Kami mungkin melakukan itu sebelum masuk ke Indonesia (GP Mandalika),” ujar Marini.

Berita Terkait :  Ingin Jadi Juara Dunia, Fabio Quartararo Jipak Strategi Joan Mir Musim Lalu

“Jika Anda sudah turun di kelas lebih rendah di trek, Anda sebenarnya sudah tahu mereka (layout sirkuit) sangat baik. Namun tentu saja Anda tidak tahu trik dan hal-hal kecil yang membuat Anda bisa lebih cepat di motor MotoGP,” ungkapnya.

“Dari sudut pandang saya, yang paling penting adalah melihat sesi latihan dan balapan di musim-musim sebelumnya. Untuk mencoba memahami titik pengereman dan mempelajari pebalap lain,” ia mengakhiri.

Dapatkan update berita lainnya hanya di BabatPost.com, Jangan Lupa Follow BabatPost.com di Google News

  • Share