Adab terhadap anak yatim yang dicantumkan dalam Al-Qur’an

  • Share

Tidak ada makhluk hidup yang abadi di dunia. Semua akan merasakan kematian, termasuk manusia. Banyak kita temukan fenomena keluarga yang menjadi yatim, sehingga kehilangan tulang punggung keluarga. Arti yatim adalah anak yang kehilangan ayah sebelum mengalami baligh. Bergaul dengan anak yatim ada adabnya. Bahkan kita dilarang untuk menghardik dan mendatangkan dosa besar bagi orang yang melakukannya. Menghardik memiliki artian menghina dan berbuat semena-mena. Kegiatan menghardik ini dilarang dan sangat terlarang ketika ditujukan kepada anak yatim. Seluruh adab berbuat baik terhadap anak yatim, dapat kamu simak berikut.

Daftar Isi

Berita Terkait :  Tanamkan sifat ini sekarang juga! 4 manfaat dari memiliki sikap tekun

Adab terhadap anak yatim, Berlaku baik

Dalam An-Nisaa ayat 36 dijelaskan bahwa kita semua wajib berbuat baik terhadap keluarga maupun anak yatim. Kamu bisa melihat artian lengkapnya dari An-Nisaa ayat 36 berikut.

“Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat dan anak-anak yatim.” (An-Nisaa: 36)

Sebagai orang yang lebih tua juga perlu mengingatkan bila terdapat anak-anak belum baligh yang menghina temannya yang yatim. Ingatkan bahwa tindakan begitu tidak baik. Memberikan nasihat ini tetap harus dilakukan kepada anak yang belum baligh sekalipun. Bila memang mampu berbagilah dengan anak-anak yatim. Berikan mereka kesejahteraan hidup. Perilaku yang baik terhadap mereka bisa sangat berpengaruh meringankan beban penderitaan mereka.

Berita Terkait :  3 manfaat apabila terbiasa hidup mandiri, percaya diri salah satunya

Mengurus secara patut dan adil

Jika di dalam keluarga besar terdapat saudara yang yatim. Hendaknya berbuat yang patut dan tetap adil. Hal ini juga berlaku bagi orang tua asuh. Orang tua asuh punya kewajiban untuk membesarkan anak yatim dengan cara yang patut dan adil. Tentu saja itu berdasarkan kemampuan perekonomian masing-masing keluarga dari orang tua asuh.

Berikan makanan dan harta

Hampir sebagian besar keluarga yang yatim punya tingkat perekonomian yang tidak bagus. Anak-anak mereka banyak yang hidup dalam kemiskinan, terutama bagi yang ayahnya tidak punya harta warisan sama sekali. Kebanyakan dari keluarga yang demikian sering mengalami kesulitan makan dan minum. Bahkan seringkali mereka hidup di tempat yang tidak layak. Sebagai keluarga, sudah seharusnya membantu memberikan makan dan harta semampunya.

Berita Terkait :  Ingin mental sehat dan fisik menjadi lebih baik? Ikuti 3 kiat berikut ini

“.. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim..” (Al-Baqarah: 177)

Melindungi harta anak yatim

Bagi anak yatim yang diberikan warisan oleh ayahnya dan dititipkan kepada keluarga, maka sudah seharusnya harta dijaga. Akan berdosa besar bila harta yang seharusnya menjadi milik anak yatim justru digunakan untuk kepentingan pribadi. Jadilah keluarga yang melindungi harta anak yatim.

  • Share