Tips Aman Menyetir Mobil di Tengah Kemacetan dari Lifepal

  • Share

BabatPost.com, JAKARTA — Mengendarai mobil untuk sampai ke tempat tujuan merupakan hal yang menyenangkan. Selain mudah sampai, ada banyak pengalaman menarik dari perjalan tersebut. Saat berkendara mobil akan menyaksikan beragama pemandangan dan juga aneka jajanan di perjalanan.

Namun, itu semua tidaklah mulus apabila macet mendera. Belum lagi potensi kecelakaan yang selalu mengiringi.

Data Statistik Transportasi Darat yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa dalam rentang waktu 2015 hingga 2019, pertumbuhan jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia selalu meningkat 4,87 persen per tahunnya.

“Kerap disinggung, satu-satunya produk untuk melindungi kita dari risiko finansial yang muncul karena kepemilikan kendaraan adalah asuransi mobil. Secara garis besar, asuransi mobil terbagi menjadi dua jenis, total loss only (TLO) dan comprehensive,” ujar Perencana keuangan dan Financial Educator dari Lifepal Aulia Akbar, Jumat(28/5/2021).

Berikut ini tips berkendara yang aman saat macet dari yang kami kutip dari Lifepal :

1. Pilih asuransi komprehensif

Comprehensive atau yang sering disebut dengan istilah all risk akan memberikan ganti rugi jika kendaraan nasabah mengalami kerusakan ringan hingga parah maupun hilang.

Berita Terkait :  Kenali Ciri Berikut, Pastikan Anak Anda Bukan Korban Kekerasan Seksual

Premi dari asuransi ini memang cenderung lebih mahal daripada TLO. Namun, risiko berkendara di kota dengan kemacetan tinggi juga cukup tinggi. Potensi mobil baret-baret atau penyok karena menabrak atau ditabrak tentu cukup besar terutama jika mobil tersebut sering digunakan pemiliknya.

Asuransi comprehensive tentu akan menanggung ganti rugi atas risiko-risiko di atas. Meski demikian, harus ada perluasan jaminan yang dipilih jika memang aktif berkendara dan tinggal di kota yang memiliki tingkat kemacetan tinggi.

2. Pertimbangkan untuk pilih perluasan jaminan tanggung jawab hukum pihak ke III

Tambahan perlindungan ini memang tidak wajib diambil. Namun, ini sangat bermanfaat bila Anda cukup aktif berkendara setiap harinya.

Pada intinya, tanggung jawab hukum pihak ke III (TJH III) akan menanggung kerugian yang disebabkan karena tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, atau kebakaran yang disebabkan oleh kendaraan lain yang berdekatan.

TJH III juga akan menanggung biaya pengobatan atas peristiwa cedera badan atau kematian yang ditimbulkan oleh tertanggung.

Sebagai contohnya, Anda berkendara dengan mobil dan tak sengaja menabrak pengendara motor. Pengendara motor itu pun mengalami luka-luka, dan karena asuransi mobil memiliki jaminan pertanggungan TJH III, Anda bisa menanggung biaya pengobatan si pengendara motor yang tertabrak.

Berita Terkait :  Saat Olahraga Berapa Kebutuhan Air?

Tah hanya itu, TJH III juga bisa memungkinkan para pemilik polis untuk mengganti kerugian dari orang lain yang disebabkan si pemilik polis. Anggap saja, Anda menabrak mobil seseorang dan orang yang bersangkutan menuntut ganti rugi, maka asuransi Anda bisa memperbaiki mobilnya.

Adanya jaminan TJH III tentu bisa menghindari risiko yang tak diinginkan di jalan raya. Ketimbang harus berseteru di tengah kemacetan karena mobil tertabrak, lebih baik langsung diurus dengan asuransi.

3.Pertimbangkan asuransi yang bisa memberikan fasilitas mobil pengganti

Bisanya akan sangat sulit untuk melakukan mobilitas untuk perbaikan mobil. Maka dari itu, tidak ada salahnya memilih asuransi comprehensive yang memiliki fitur mobil pengganti.

Fasilitas mobil pengganti tentu tidak bisa digunakan secara terus menerus, dan memiliki batas pemakaian, umumnya 5 x 24 jam.

Kenalilah prosedur penggunaan fasilitas ini dengan baik, dan lakukan koordinasi bersama ke bengkel rekanan asuransi seputar proses perbaikan mobil Anda. Hal ini tentu sangat berguna untuk menentukan berapa lama Anda akan menggunakan mobil pengganti tersebut.

Berita Terkait :  Khasiat Lemon Untuk Kecantikan

4. Ada jaminan kecelakaan

Kecelakaan tentu menjadi suatu hal yang bisa menimbulkan risiko menguras uang. Bukan hanya untuk reparasi mobil saja, tapi juga karena harus melakukan perawatan pasca kecelakaan. Sebagian asuransi mobil bisa memberikan santunan kepada Anda atau keluarga jika mengalami kecelakaan di jalan raya.

5. Jangan hanya fokus ke jaringan bengkel

Jaringan bengkel yang banyak tentu bisa jadi nilai plus bagi yang memilih asuransi mobil. Namun, perhatikan pula layanan servis dari bengkel terkait.

Apa jadinya jika suatu hari mobil menjalani perbaikan namun setelah perbaikan berlangsung, ternyata masih ada komponen lain yang rusak. Atau bisa saja, perbaikan itu sama sekali tidak memenuhi standar, hal itu malah menimbulkan masalah baru di mobil pribadi Anda.

Pilihlah asuransi mobil yang menyediakan garansi jika ada masalah dalam perbaikan mobil Anda. Garansi perbaikan bengkel tentu sangat dibutuhkan untuk selalu memastikan bahwa mobil yang Anda gunakan selalu dalam keadaan prima

  • Share