Cara Mining Bitcoin Dengan Laptop dan Smartphone

  • Share
Cara Mining Bitcoin Dengan Laptop dan Smartphone

BabatPost.com – Cara mining Bitcoin dengan laptop dan smartphone , Bitcoin adalah salah satu mata uang kripto (cryptocurrency) yang cukup menggiurkan sebagai investasi. Keuntungan dari mata uang kripto ini bisa ratusan kali lipat.

Selain berinvestasi, salah satu jenis mata uang kripto pertama di dunia ini bisa diperoleh dengan cara mining Bitcoin alias menambang atau mining.

Lantas apa itu mining Bitcoin?

Pada prinsipnya, mining Bitcoin punya arti harfiah menambang Bitcoin. Karena jelas, mining = menambang. Sedangkan pihak yang melakukan aktivitas mining disebut miner, alias penambang.

Dalam aktivitas mining ini, seorang penambang mencari dan mengumpulkan mata uang kripto. Penambang menggunakan seperangkat komputer untuk memecahkan masalah matematika kompleks.

Proses penambangan ini serentak di dunia. Jadi mining Bitcoin seolah-olah rebutan dengan miners sedunia. Apalagi stok koin Bitcoin yang bisa ditambang pun terbatas.

Mau jadi penambang Bitcoin? Simak dulu cara mining dengan perangkat khusus dan Android, plus pilihan aplikasi menambang berikut ini.

Cara mining Bitcoin 

Bagaimana cara kerja mining Bitcoin?

Seperti kita tahu, mata uang digital ditransaksikan secara langsung tanpa ada perantara pihak ketiga, yakni perbankan. Sistem kerja blockchain akan mencatat dan memverifikasi semua transaksi yang terjadi.

Dalam satu waktu, bisa dibayangkan ada jutaan transaksi cryptocurrency, dalam hal ini kita bahas Bitcoin. Transaksi-transaksi itu dikelompokkan ke dalam grup blockchain untuk kemudian harus ‘dibantu’ diverifikasi oleh para penambang Bitcoin.

Proses mining juga diibaratkan sebagai penyegelan dari setiap transaksi Bitcoin yang terjadi di seluruh dunia. Jadi, sebagai upah dari verifikasi yang dilakukan masing-masing miner akan mendapat Bitcoin atau uang digital lainnya.

Karena prosesnya yang rumit dan membutuhkan kecepatan komputer tingkat tinggi, maka jelas bahwa mining Bitcoin membutuhkan spesifikasi komputer yang canggih. Meski bisa-bisa saja menggunakan komputer rumahan atau laptop, tapi ya peluang untungnya menjadi semakin kecil.

Berita Terkait :  Di Windows 10 Ada Emoji "Jari Tengah"

Ingat, proses mining Bitcoin dilakukan serentak di seluruh dunia sepanjang waktu dan saling adu cepat, adu canggih.

Saat ini, para penambang Bitcoin banyak memakai hardware ASIC alias Application Specific Integrated Circuit. Perangkat keras komputer ini diyakini cukup canggih untuk membantu seorang miner menyelesaikan perhitungan matematika kompleks dalam verifikasi transaksi Bitcoin.

Buat kamu yang pengin mengenal cara menambang mata uang kripto ini, berikut caranya:

1. Pool mining

Sederhananya, menambang dengan cara ini berarti kamu bergabung dengan miners lain dalam satu kolam (pool). Ketika kamu sudah tergabung dalam kelompok, akan ada imbalan yang diperoleh dan dibagi sesuai jumlah penambang dalam kolam tersebut.

2. Cloud mining

Metode penambangan ini memerlukan komputer canggih. Beda dari cara pertama, di cara kedua ini kamu bisa menggunakan layanan penyedia cloud mining seperti Genesis Mining, Hashflare, dan lainnya.

3. Solo mining

Solo mining jadi alternatif kamu yang gak mau berbagi imbalan ketika Bitcoin dilepas.Jika pengin menerapkan cara ini, kamu wajib punya PC, motherboard, kartu grafis, hard drive, RAM, dan lain-lain yang super canggih.

Selain itu, butuh daya listrik besar dan kemampuan menyelesaikan algoritma matematika rumit untuk mendapatkan Bitcoin.

4. Platform trading

Selain tiga cara di atas, kamu bisa menambang lewat aplikasi. Opsi ini jadi alternatif bagi kamu yang menambang lewat smartphone. Beberapa aplikasi yang bisa dipilih yaitu MinerGate, Eobot, dan Crypto Miner.

Jadi terjawab ya, untuk menambang Bitcoin diakui memang butuh modal yang cukup besar. Berbekal perangkat keras canggih dan didukung perangkat lunak yang tak kalah mahal.

Ibarat industri pertambangan emas atau migas yang juga butuh alat-alat mahal, tapi hasil penambangannya juga sangat berharga.

Kamu juga bisa mendapatkan Bitcoin tanpa harus menambang. Dari investasi di P2P hingga melakukan berbagai pekerjaan yang dibayar dengan Bitcoin.

Perangkat khusus untuk mining Bitcoin

Seperti yang sudah dibahas di atas, perangkat komputer super canggih mutlak diperlukan untuk proses penambangan Bitcoin yang menghasilkan profit tinggi. Sebenarnya di awal mula Bitcoin diluncurkan, penambangan dengan CPU atau komputer rumahan sangat bisa diandalkan. Namun itu dulu.

Berita Terkait :  Kripto Ngamuk! Bitcoin Memimpin & Melesat 12%

Sekarang seiring dengan naiknya nilai Bitcoin dan populernya mata uang digital, semakin banyak pihak ikut menjalankan mining Bitcoin. Dengan jumlah koin yang terbatas dan penambang yang banyak, maka peluang untuk bisa mengoleksi sebanyak mungkin kepingan Bitcoin semakin sempit.

Jadi ya kalau mau untung besar dari mining Bitcoin, memang harus modal besar.

Perangkat keras yang paling banyak dipakai Bitcoin miners adalah ASIC, seperti sudah disebutkan di atas. Harga ASIC ini sendiri tak murah, di pasaran angkanya bisa menyentuh US$10 ribu atau setara Rp143 juta (kurs Rp 14.300). Tentunya dengan kebutuhan daya listrik yang cukup jumbo.

Selain perangkat keras, perangkat lunak alias software yang canggih juga dibutuhkan. Hal ini karena mining Bitcoin butuh menjaga keamanan data yang terdesentralisasi. Mengutip TheBalance, beberapa software yang dipakai oleh penambang uang kripto antara lain CGMiner, BFGMiner, EasyMiner, dan Awesome Miner.

Cara mining Bitcoin di Smartphone Android

Eits sebentar. Meski memang lebih baik menggunakan seperangkat komputer super canggih, tapi mining Bitcoin dengan Android ternyata masih mungkin saja dilakukan. Ya meskipun, uang digital yang bisa dikeruk tidak akan sebanyak mining dengan kesiapan perangkat keras-lunak yang mumpuni.

Beberapa aplikasi Android yang bisa digunakan untuk proses mining Bitcoin, antara lain:

1. MinerGate Mobile Miner

Pada versi awal, aplikasi ini digunakan untuk menambang Bitcoin dengan CPU atau PC. Namun saat ini telah tersedia versi Android yang bisa diunduh di ponsel. Cara mining Bitcoin di Android menggunakan aplikasi ini:

  • Unduh MinerGate di Google Play Store
  • Lakukan registrasi di minergate.com
  • Pilih jenis penambangan, secara seluler atau cloud mining. Penambangan seluler menggunakan chip smartphone, sementara cloud mining perlu sejumlah biaya yang dikeluarkan.
  • Log in atau masuk pada akun miner kamu dan pilih jenis Cryptocurrency yang ingin dibeli.
  • Sesuai dengan cara kerjanya, maka semakin tinggi spesifikasi ponsel kamu, semakin tinggi pula peluang meraup Bitcoin.
Berita Terkait :  Mengenal Cara Kerja, Fungsi dan Jenis Cryptocurrency

2. AA Miner

Aplikasi mining Bitcoin yang satu ini tanpa ada iklan sehingga memudahkan penambang. Aplikasi Android yang satu ini juga mendukung Algoritma pertambangan CryptoNight. Seorang miner juga bisa mengatur jumlah chain. Chain adalah inti prosesor yang dipakai untuk mining Bitcoin.

3. Crypto Miner

Aplikasi ini cara kerjanya mirip-mirip dengan aplikasi mining Bitcoin lainnya. Dalam aplikasi ini, seorang miner bisa menentukan mata uang kripto yang akan ditambang. Hanya saja, tidak semua algoritma pertambangan kripto bisa digunakan gratis. Seorang miner perlu membayar sejumlah uang untuk mengakses algoritma canggih.

Selain dua aplikasi di atas, ada dua aplikasi lain yang cukup populer digunakan untuk mining Bitcoin di Android, yakni Droid Miner dan NeoNeon Miner. Secara prinsip, cara kerjanya hampir mirip.

Cuma perlu dipahami bahwa mining uang kripto di ponsel tentu tidak seoptimal mining dengan perangkat komputer canggih.

Apakah aman investasi Bitcoin?

Investasi dengan mata uang kripto memang sedang populer. Apalagi harga uang digital, seperti Bitcoin, Dogecoin, Ethereum, atau jenis lainnya sedang melejit dalam setahun terakhir.

Soal aman tidak aman, yang perlu dipahami adalah bahwa semua bentuk investasi ada risikonya. Seorang investor harus mengerti setiap risiko yang dihadapi saat menanamkan modalnya ke dalam instrumen investasi tertentu.

Apalagi kripto, seperti Bitcoin yang nilainya sangat fluktuatif dan sangat sensitif dengan sentimen tertentu.

Bitcoin sendiri sebenarnya tidak memiliki underlying fisik. Tapi, Bitcoin punya catatan lengkap transaksi dalam sistem blockchain yang rumit. Tidak ada batasan sampai nanti blok berakhir. Namun Bitcoin punya batas pasokan hingga 21 juta keping.

Aman tidaknya investasi cryptocurrency dikembalikan kepada masing-masing investor. Yang jelas, kepemilikan Bitcoin sudah diakui oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Bitcoin sudah diakui sebagai salah satu uang kripto yang boleh diperjualbelikan di Indonesia. Untuk memastikan keamanan investasi Bitcoin, kamu bisa memilih salah satu dari 13 agen pedagang aset kripto yang diakui pemerintah.

  • Share