Ketua MPR minta pemda evaluasi program vaksinasi COVID-19

Pemerintah pusat sebaiknya memberikan atensi khusus bagi daerah atau provinsi yang masih rendah capaian vaksinasinya.

Jakarta (BabatPost.com) – Ketua MPR Bambang Soesatyo memimta pemerintah daerah mengevaluasi program vaksinasi COVID-19 berdasarkan data Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Read More

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, Bamsoet meminta pemda menjadikan informasi dari KPCPEN tersebut sebagai bahan evaluasi.

Berita Terkait :  DK Golkar instuksikan elit partai naikan perolehan kursi di parlemen

“Pemerintah pusat sebaiknya memberikan atensi khusus bagi daerah atau provinsi yang masih rendah capaian vaksinasinya,” kata Bamsoet.

Sebelumnya, Ketua KPCPEN menyebut baru empat provinsi di luar Jawa dan Bali yang capaian vaksinasi dosis keduanya di atas rata-rata vaksinasi nasional.

Sementara itu, untuk capaian vaksinasi dosis pertama, disebut masih rendah yakni baru lima provinsi yang di atas rata-rata vaksinasi nasional.

Bamsoet meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi, khususnya capaian vaksinasi dosis pertama yang disebut masih rendah.

Berita Terkait :  Presiden Jokowi: Vaksinasi COVID-19 dosis ketiga gratis

“Perbanyak sentra vaksinasi hingga menggencarkan program door to door,” ujarnya.

Bamsoet juga meminta komitmen pemerintah pusat dalam membantu pemerintah daerah di luar Jawa dan Bali untuk mengatasi kendala-kendala dalam percepatan vaksinasi COVID-19.

Selain itu, dia berharap Pemerintah terus menyosialisasikan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat beserta efikasi dan keamanannya.

“Dengan edukasi itu dapat menghilangkan keraguan masyarakat terhadap vaksin COVID-19,” kata Bamsoet.

Bamsoet juga mengimbau seluruh masyarakat agar dapat mendukung program pemerintah untuk vaksinasi COVID-19 maupun melengkapi vaksin dosis kedua.

Berita Terkait :  Presiden Jokowi: Vaksinasi COVID-19 capai 281 juta dosis

“Vaksinasi terbukti efektif dalam menurunkan kasus baru serta mampu meminimalisasi dampak buruk apabila terpapar,” kata Bamsoet menegaskan.

Related posts