Grace Natalie ulas hadiah perpisahan Anies ke warga DKI: Top pak!

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menguliti hadiah perpisahan Gubernur Anies Baswedan untuk warga DKI Jakarta. Hadiah itu, menurut Grace, kurang bermanfaat bagi warga DKI lho. Sebab hadiah perpisahan itu bermasalah.

Nah hadiah perpisahan Anies yang dimaksud Grace Natalie adalah balapan mobil listrik Formula E. Grace menguliti hadiah perpisahan Anies yang tak akan dilupakan warga DKI Jakarta.

Ulas hadiah perpisahan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tinggal setahun lagi menyelesaikan masa bhaktinya. Nah Grace menarasikan balapan Formula E sebagai hadiah perpisahan Anies untuk warga DKI.

Masalahnya, kata Grace, hadiah perpisahan ini menurutnya kurang bisa mendatangkan manfaat ekonomi masyarakat dan mendorong masyarakat pakai mobil listrik.

Kritikan Grace itu menohok dalih penyelenggaraan Formula E untuk gerakkan ekonomi warga DKI dan mendorong masyarakat untuk pakai mobil ramah lingkungan yakni mobil listrik.

“Apakah tujuan itu bisa? Bisa atau tidak itu tidak penting, yang penting klaim saja dulu,” kata Grace di Youtube Cokro TV.

Pertama, klaim Formula E datangken ekonomi bagi warga, Grace menunjukkan data balapan Formula E tidak pernah untung sejak musim pertama diselenggarakan awalnya pada 2014.

“Hingga saat ini selalu konsisten rugi, belum profit. Entah jurus apa untuk membalikkan kerugian bertahun-tahun itu jadi profit,” katanya.

Kemudian dalih Formula E bisa mendorong masyarakat untuk pakai mobi listrik, Grace menilai masih jauh.

“Alasan lain, adalah agar mayarakat mau beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik, visi yang bagus sebenarnya, top pak!” kata Grace.

Dari pada Formula E lebih baik air bersih saja

Tapi kan lihat kondisi di lapangan dong. Kata Grace, pertama dari sisi harga saja, mobil listrik itu masih mahal sekitar Rp600 jutaan, sedangkan kemampuan rata-rata orang Indonesia belu mobil itu di kisaran di bawah harga Rp300 jutaan.

Belum lagi soal infrastruktur untuk kendaraan listrik, saat ini masih belum mencukupi. Faktanya, kara Grace, stasiun pengisian daya kendaraan listrik sejauh ini masih 122 stasiun, itu di seluruh Indonesia. Bukan Jakarta saja!

Belum lagi infrastruktur untuk kendaraan listrik belum terintegrasi.

“Butuh waktu tahunan untuk siap dan proses peralihan ke kendaraan listrik bisa terjadi, tanpa kesiapan infrastruktur peralihan hanya mimpi siang bolong,” ujarnya.

Nah Grace mengatakan duit triliunan yang dipakai untuk penyelenggaraan Formula E itu lebih baik dipakai hal lain yang lebih urgen untuk warga DKI dong.

Kata Grace, kalau mau serius tangani polusi bahan bakar, kenapa tidak Anies fokus meningkatkan kualitas transportasi publik saja.

“Anggaran triliunan dipakai benar-benar untuk hal mendesak seperti untuk penyediaan air besih. Ironis belanjakan uang triliunan untuk Formula E, tapi anggaran PDAM Jaya malah dipangkas sampai 79 pesen, penyertaan modal PDAM Jaya dari Rp276 miliar dipangkas jadi Rp57 miliar saja,” kritik Grace.

Sumber Berita

Dapatkan update berita viral menarik hanya di BabatPost.com, Jangan Lupa Follow BabatPost.com di Google News

Comments
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More