Meulaboh (BabatPost.com) – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia KH Prof Yudian Wahyudi mengapresiasi dan memuji Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, yang menggelar Kongres Santri Pancasila Tahun 2021 pertama kalinya di Indonesia.

“Ini adalah Kongres Santri Pancasila yang pertama di republik (Indonesia) ini, dimulai dari Aceh Barat,” kata Yudian Wahyudi di Meulaboh, Ahad.

Penegasan ini disampaikan seusai menghadiri kegiatan Kongres Santri Pancasila Se-Aceh Tahun 2021 yang dipusatkan di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.

Yudian Wahyudi juga mengharapkan nantinya kongres yang telah dilaksanakan di Aceh Barat tersebut, akan diikuti dan menjadi contoh bagi daerah lainnya di Tanah Air.

Berita Terkait :  Telkom Ciptakan UAd untuk Publisher Advertiser Serta Agency

Hal ini sebagai upaya untuk membumikan Pancasila di Nusantara, katanya.

Yudian Wahyudi juga menegaskan dirinya sangat mengapresiasi dan memberi jempol untuk Aceh khususnya Kabupaten Aceh Barat, karena pembumian nilai-nilai Pancasila dimulai dari Aceh atau daerah dengan sebutan “Serambi Mekkah”.

Dia mencontohkan, saat perjuangan kemerdekaan ketika Indonesia mengalami kesulitan, rakyat Aceh mengumpulkan uang dan emas untuk membeli pesawat 01 Seulawah sebagai alat diplomasi internasional.

Ia juga mengapresiasi inisiatif ulama dan Bupati Aceh Barat Ramli MS yang turut mempelopori nilai-nilai Pancasila yang dimulai dari Aceh.

Berita Terkait :  Presiden Jokowi tanam mangrove di Abu Dhabi

Sehingga nantinya upaya pembumian Pancasila akan terus berjalan dimulai dari Aceh hingga ke seluruh Indonesia,” kata Yudian Wahyudi.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Kongres Santri Pancasila Tgk H Mawardi Nyak Man dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut merupakan usulan dari para ulama Aceh Barat.

Menurutnya, kegiatan tersebut kemudian disambut baik oleh Bupati Aceh Barat H Ramli MS selaku pemerintah daerah.

Tgk H Mawardi Nyak Man mengatakan kegiatan tersebut dihadiri oleh 1.150 peserta terdiri dari pimpinan dayah, santri, jepala lembaga keistimewaan (MPU, MPD, MAA), Dinas Syariat Islam, Dinas Pendidikan Dayah, NU dari jajaran PB, PW dan PCNU se-Aceh, Rabithah Thaliban Aceh, para guru madrasah, guru dayah dan dosen pancasila.

Berita Terkait :  Lagi naik mobil di Aceh, komandan tim intelijen strategis TNI tewas ditembak di perut

Ia juga mengatakan, pihaknya juga sudah menghasilkan rekomendasi para ulama terhadap hasil Kongres Santri Pancasila, yang akan diserahkan kepada BPIP nantinya.