KSP turut prakarsai pembentukan ekosistem industri garmen di Semarang

Jakarta (BabatPost.com) – Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi memprakarsai pembentukan ekosistem industri garmen di Semarang, Jawa Tengah, untuk meningkatkan kesesuaian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dunia industri.

Read More

“Pendidikan vokasi, yang terdiri dari 17 ribu lembaga pelatihan, 14 ribu SMK, dan 2.200 politeknik, perlu menjadi perhatian bersama untuk ditingkatkan kualitasnya, karena banyak lulusannya yang tidak terserap pasar kerja,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Agung Hardjono, dalam acara koordinasi pembentukan ekosistem industri garmen di Semarang, Kamis (18/11), sebagaimana siaran pers KSP, Jumat.

Berita Terkait :  Korban Jambret Sampai Tewas Rara Sitta Stefanie, Ternyata Punya Bayi baru Berusia 9 bulan

Dia menyampaikan, hal tersebut bukan tanpa dasar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, dari 139,81 juta angkatan kerja, tingkat pengangguran terbuka tercatat sekitar 9,77 juta dan sebanyak 21,63 persen diantaranya merupakan lulusan vokasi.

Untuk mendorong terwujudnya ekosistem industri garmen di Semarang, KSP pun menggandeng Pemprov Jawa Tengah, kementerian/lembaga terkait, 10 industri garmen di Semarang Raya, dan Better Work Indonesia (BWI) yang menghubungkan industri garmen dan SMK.

“Mengingat masing-masing pihak memiliki keterbatasan baik sumber daya dan anggaran yang tersedia untuk merevitalisasi diklat vokasi binaannya, maka dalam rangka mengoptimalkan sumber daya, dibutuhkan kerja sama lintas institusi,” lanjut Agung.

Berita Terkait :  Stafsus Menpan RB: Birokrasi perlu merespons perkembangan IPTEK

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, pada Maret lalu menggaungkan konsep “8+i Link and Match” yang diharapkan memunculkan keselarasan yang menyeluruh dan mendalam antara SMK dengan dunia kerja, tidak sebatas hanya penandatanganan MoU.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti berharap industri dan sekolah bisa menyatu dengan adanya dukungan KSP dan Kemendikbudristek.
 

Related posts