Jakarta (BabatPost.com) – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menggelar bimbingan teknis (bimtek) untuk ribuan anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) se-Indonesia di Jakarta.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarno Putri dalam arahannya secara daring di Jakarta, Minggu, meminta seluruh kader berefleksi dan memanaskan terus jiwa perjuangan seperti ditunjukkan oleh Proklamator RI Ir. Soekarno.

Bimtek itu digelar dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-49 PDI Perjuangan, yang puncaknya diselenggarakan pada Senin (10/1).

Berita Terkait :  Megawati ingatkan Repdem tetap menjadi banteng pembela rakyat

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam pidatonya menyampaikan pesan dari Megawati dimana sebagai partai Nasionalis Soekarnois, agar melakukan kritik dan otokritik.

“Lihat ke dalam kekurangan kita dan lakukan perbaikan,” ujarnya.

Hasto menjelaskan tema HUT “bangunlah jiwa dan badannya untuk Indonesia Raya”, dimana para kader PDIP diminta belajar dari pengalaman Bung Karno.

Sebagai intelektual, kata Hasto, Bung Karno bisa saja menjadi kaya pada saat itu, dengan modal pendidikannya. Namun Bung Karno justru memilih jalan tak mudah.

Berita Terkait :  Sekjen DPP PDIP: Jabatan wakil menteri bukan bagi-bagi jabatan

“Mengapa Bung Karno mengikuti jalan sulit, harus dipenjara, harus jadi buruh kereta api, harus tempuh jalan berbahaya hingga dibuang. Ini adalah soal jiwa yang muncul dari dalam, karena pemahaman Soekarno atas penderitaan rakyat Indonesia,” jelas Hasto.

Hasto menjelaskan, jiwa itulah yang membuat Indonesia di zaman Bung Karno berhasil merebut Irian Barat walau Indonesia tak punya uang atau persenjataan militer. Jiwa itu pula yang membuat Megawati Soekarnoputri mampu mengibarkan bendera PDI di tengah cengkeraman kuat rezim otoriter Orde Baru.

Berita Terkait :  Kata Fitsa Hats Jadi Ngetrend Setelah Sidang Ahok Berlangsung

“Sehingga mari renungkan “bangunlah badannya dan jiwanya untuk Indonesia Raya. Maka Kalau baris berbaris saja anda semangatnya melempem, bagaimana kita bisa punya jiwa? Jiwa melahirkan ide, ide lahirkan spirit, yang kemudian melahirkan tekad dan tindakan,” urai Hasto.

“Maka jiwa inilah yang kita gelorakan agar muncul gagasan perjuangan, untuk selalu bekerja menyejahterakan rakyat. Ini yang kita gelorakan di HUT ini,” kata Hasto menegaskan.