Pantai Ikonik dengan Gugusan Nyiur nan Eksotis di Pantai Kelapa Tuban

Para pencinta wisata pesisir laut patut memasukkan Pantai Kelapa, Tuban, dalam daftar singgah. Sebab, sesuai namanya, destinasi ini mempunyai keunggulan yang jarang dimiliki pantai lain. Gugusan pohon kelapa yang begitu rapat dan teduh.

AJAR jika pantai yang terletak di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, tersebut terkenal akan keindahan dan keteduhannya. Di sana, di lahan seluas kurang lebih 3 hektare, ribuan pohon kelapa tumbuh subur. Kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat mencatat jumlah kelapa yang tumbuh di sana lebih dari seribu.

Tak hanya di lokasi wisata. Pohon-pohon nyiur yang menjulang tersebut juga bertebaran di perkampungan sekitar. Saking lebatnya, pohon-pohon tropika itu menjadi kanopi yang meneduhkan.

Karunia Yang Mahakuasa itu disadari betul oleh warga setempat sebagai potensi besar yang bisa dimanfaatkan. Karena itu, untuk mengembangkan sektor pariwisata di pantai tersebut, pokdarwis setempat merawat betul tanaman itu.

Mereka rutin mengganti pohon yang mati dengan pohon baru. Juga tak membiarkan sejengkal pun lahan kosong tanpa ditumbuhi tanaman habitat pesisir tersebut.

Ya, kelapa dan nyiur yang tumbuh subur memang jadi ikon yang mampu menarik wisatawan ke Pantai Kelapa, ditambah desau angin dan pasirnya yang lembut. Membuatnya menjadi salah satu objek wisata unggulan di Tuban.

Wisata bahari yang hanya berjarak selemparan batu dengan Jalan Daendels (pantura) penghubung Tuban‒Gresik itu paling asyik dinikmati bersama keluarga, kerabat, dan teman. Duduk di gelaran, pengunjung bisa melihat panorama Laut Jawa sambil menikmati kesegaran buah kelapa muda yang banyak dijual di lapak.

Berita Terkait :  Haul Sunan Bonang Ke 507 Tahun 2016 dibanjiri ribuan peziarah dari berbagai daerah

Selain potensi alam khas tersebut, tempat wisata itu mempunyai beragam pesona lain. Paling ikonik, sebuah dermaga kayu yang menjorok ke laut. Dermaga tersebut menjadi spot paling laris untuk berswafoto. Begitu juga spot foto ayunan yang terendam air laut dan bangkai kapal. Sementara itu, untuk wahana wisatanya, ada flying fox, motor ATV, kolam renang air tawar, panggung musik, dan paling baru sebuah restoran seafood.

Selain itu, ada satu lagi ikon yang membuat Pantai Kelapa layak dikunjungi. Sajian aneka kuliner hasil laut. Potensi tersebut juga digarap betul oleh pengelola maupun pemerintah daerah setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Tuban Muhammad Emawan Putra menjelaskan, ikhtiar itu merupakan bagian dari upaya menghadirkan kuliner khas Bumi Ronggolawe. ’’Tuban ini daerah pesisir sehingga seafood harus disediakan untuk wisatawan,’’ jelasnya.

Selain seafood, di wisata bahari itu banyak bertebaran lapak penjual belimbing madu yang dibudidayakan di Agro Wisata Desa Tasikmadu, tetangga desa setempat. Termasuk legen dan hasil olahan laut lainnya.

Dia menyampaikan, Pantai Kelapa yang dikelola pokdarwis mendukung kemajuan ekonomi kreatif Kabupaten Tuban. ’’Mengakomodasi atau bertindak sebagai pasar produk-produk lokal,’’ tuturnya.

Magister administrasi publik itu menyebutkan, sektor pariwisata terbukti mempunyai dampak luar biasa. Utamanya dalam mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar. ”Maka, kami berharap wisata Pantai Kelapa semakin berkembang,” katanya.

Sempat Ditolak Warga, Bermodal Gotong Royong

DI balik keindahan dan keteduhannya, Pantai Kelapa memiliki ”masa lalu” yang kelam. Kawasan itu pernah menjadi pusatnya pembuangan sampah rumah tangga. Meski bukan TPA (tempat pembuangan akhir).

Berita Terkait :  Kecelakaan di Ngraho tewaskan satu orang warga Tuban yang ternyata seorang aktivis musik metal

Situasi tersebut diperparah dengan posisinya yang berada di teluk. Selain jadi TPA tak resmi, Pantai Kelapa jadi ”terminal terakhir” luberan sampah yang berasal dari muara sungai yang tak jauh dari sana.

Alhasil, pencemaran yang terjadi di sana begitu luar biasa. Situasi kala itu juga berdampak buruk bagi ekosistem di kawasan pantai.

Jawa Pos Radar Tuban beberapa kali mendatangi pantai tersebut untuk meliput terdamparnya ikan hiu, dugong, dan pesut. Pemicunya, terjebak tebalnya sampah yang sebagian besar plastik.

Metamorfosis wajah Pantai Kelapa diawali ketika seorang investor asal Surabaya berencana menyewa lahan di sana untuk dijadikan tambak pembenihan udang. Rencananya, seribu pohon kelapa akan ditebang.

Namun, pemilik lahan lebih tertarik dengan konsep Muhasan, salah satu tokoh masyarakat setempat yang berencana menjadikan pantai tersebut sebagai tempat wisata.

Awalnya, upaya itu sempat memicu kontroversi yang berbuntut gesekan antarmasyarakat setempat. Sampai pada akhirnya, pada Februari 2017, dia bersama sekitar 50 warga menembus kawasan tepi laut. Membabat habis semak-semak yang tebal, menjumputi sampah di kawasan pantai.

Modal untuk menjadikan pantai tersebut jadi objek wisata juga sangat terbatas. Muhasan dan warga mengandalkan gotong royong serta menggugah kesadaran sosial masyarakat.

Dia juga begitu tegar menghadapi sikap kontra dari sebagian masyarakat yang pesimis. Sikap tersebut justru membuatnya dan warga yang pro termotivasi. ”Saya menyulap pantai ini sangat jauh dari kepentingan menguntungkan diri sendiri dan segelintir orang,” ujar pria yang menjadi ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Kelapa itu.

Berita Terkait :  Berwisata Religi di Desa Wali, Bejagung, Tuban

Sampai akhirnya, perjuangan panjang tersebut berbuah positif. Setelah pantai bersih, dana pengelolaan pantai mulai terkumpul. Dana itulah yang dipakai untuk membangun sarana-prasarana. Pada Februari 2018, wisata Pantai Kelapa resmi dibuka. ”Sangat lega. Wisata ini sah secara hitam di atas putih (legal, Red),” katanya bangga.

Setelah setahun beroperasi, Pantai Kelapa mampu menghidupi ekonomi warga sekitar melalui usaha-usaha pendukung di objek wisata tersebut.

TAHUKAH ANDA?

SETELAH hampir dua tahun mati suri akibat pandemi Covid-19, Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota berencana kembali menggelar sejumlah event wisata yang selama ini jadi ikon pada 2022.

Berdasar rencana yang tengah dibahas, ada sejumlah event wisata yang bakal digelar selama tahun ini. Di antaranya Yadnya Kasada, Festival Kresnayana, Reog Ponorogo, Karapan Sapi, Jember Kota Cerutu Indonesia, Gandrung Sewu, serta sejumlah event lainnya.

SEKILAS TENTANG PANTAI KELAPA

– Terletak di pesisir pantai utara Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang.

– Posisinya persis berada di sebelah Jalan Daendels ruas Tuban‒Gresik.

– Objek wisata itu mulai dibangun pada Februari 2017 dan mulai dioperasikan pada Februari 2018.

– Dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Kelapa.

– Wahana yang tersedia: flying fox, motor ATV, kolam renang air tawar, panggung musik, restoran seafood, dan sejumlah wahana lain.

Comments
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More