Deklarasi Capres Dedi Mulyadi disebut bagian konsekuensi ketokohan

Purwakarta (BabatPost.com) – Jaringan Rakyat Indonesia-Kang Dedi Mulyadi menyebutkan munculnya deklarasi Dedi Muyadi maju sebagai calon presiden menjadi bagian dari konsekuensi ketokohan Dedi Mulyadi yang kini menjabat anggota DPR RI.

Read More

“Sekarang ramai-ramai Dedi Mulyadi maju sebagai capres, itu adalah sesuatu yang patut, wajar dan memang harus terjadi,“ kata Juru Bicara Jari-KDM Juson Simbolon melalui sambungan telepon, Jumat.

Berita Terkait :  Pengamat: GNRM membangun semangat gotong royong

Beberapa hari lalu atau pada 24 Januari 2022, Jaringan Rakyat Indonesia-Kang Dedi Mulyadi atau Jari-KDM mendeklarasikan dukungan kepada Dedi Mulyadi untuk maju capres.

Sebagai sesama YouTuber, ia melihat munculnya deklarasi itu sebagai upaya mendorong proses demokratisasi dan transparansi, melihat rekam jejak penyelenggara negara atau pejabat publik di media sosial.

YouTuber dengan channel Satrio Bushido Library ini menyampaikan, jika ada pejabat tak mampu memanfaatkan media sosial, mereka seakan-akan tidak bekerja. Masyarakat tak mengetahui apa yang pejabat itu kerjakan setiap hari.

Berita Terkait :  Dedi Mulyadi diprotes mahasiswa saat bersih-bersih pasar di Purwakarta

“Jadi kalau ramai-ramai sekarang deklarasi capres Dedi Mulyadi, itu konsekuensi dari seorang Dedi Mulyadi, seorang pejabat publik yang bekerja dan melaporkan pekerjaannya ke publik lewat publikasi di YouTube,“ katanya.

Seiring dengan hal tersebut, kata dia, masyarakat bisa langsung melihat kegiatan atau pekerjaan Dedi Mulyadi. Termasuk bisa melihat bantuan yang diberikan sehari-hari.

“Itulah yang memunculkan rasa untuk mendorong dan berharap agar Dedi Mulyadi jadi capres, termasuk saya,“ katanya.

Ia memandang, Dedi Mulyadi adalah sosok yang paling potensial, mampu bekerja di arus bawah dan mampu menyelesaikan problem sosial masyarakat.

Berita Terkait :  Telkom Buka Peluang Kemitraan Dengan Infrastruktur Broadband Untuk Mempersatukan Nusantara

“Hal yang paling, Dedi Mulyadi mampu menerapkan, memaksimalkan teknologi sebagai sumber referensi, sebagai sumber pendidikan politik untuk masyarakat kita, untuk meningkatkan proses demokratisasi kualitas demokrasi kita ke depan,“ katanya.

Related posts