Pelatih Persebaya Punya Alasan Memilih Koko Ari sebagai Starter

Pelatih Persebaya Punya Alasan Memilih Koko Ari sebagai Starter

BabatPost.com-Posisi asli Ady Setiawan adalah gelandang bertahan. Tapi, dia tampil sebagai bek kanan sejak awal musim. Itu tidak lepas dari cedera yang dialami Koko Ari Araya. Pemain 21 tahun tersebut harus menjalani operasi anterior cruciate ligament (ACL).

Sampai seri keempat, Ady masih jadi pilihan utama sebagai bek kanan. Tapi, tidak demikian saat seri kelima dimulai. Koko yang saat ini sudah pulih mulai dipercaya menjadi starter. Dia tampil sebagai bek kanan dalam dua laga pemungkas.

Read More

Bagaimana dengan Ady? Dia jadi pemain cadangan dalam dua laga terakhir.

Pelatih Persebaya Aji Santoso punya alasan memilih Koko sebagai starter. ’’Karena Koko alhamdulillah sudah sehat,’’ ungkap pelatih 51 tahun itu kepada Jawa Pos.

Sebelum Ady diplot sebagai bek kanan, Koko memang selalu jadi pilihan utama di posisi tersebut. Dia mulai dipercaya saat Green Force –julukan Persebaya– tampil di ajang Piala Gubernur Jatim 2020. Persebaya bahkan jadi kampiun di turnamen pramusim itu.

Lantas, apakah Ady akan dikembalikan sebagai gelandang bertahan? Aji membuka semua peluang. Tapi, dia lebih senang melihat Ady bermain sebagai bek kanan. ’’Tentunya itu bagus karena kami memiliki banyak opsi untuk rotasi,’’ jelas mantan pelatih Persela Lamongan itu.

Terbukti, Ady tetap dimasukkan sebagai pemain pengganti. Dalam dua laga terakhir, pemain 23 tahun itu menggantikan Koko sebagai bek kanan. Performa Ady sebagai bek kanan memang cukup oke. Dia sudah tampil dalam 28 laga. Mencatatkan 2 assist, 69 intersep, dan 30 sapuan.

Selain Ady, di posisi bek kanan masih ada M. Syaifuddin. Cuma, pemain jebolan tim internal Al-Rayyan itu jarang tampil. Syaifuddin baru tampil dalam delapan laga musim ini. Pemain 29 tahun itu kalah bersaing dengan Ady.

Setelah ini, Persebaya akan menghadapi Barito Putera (14/3). Sangat mungkin Koko masih jadi pilihan utama di posisi bek kanan. Sementara Ady akan duduk di bench.

Maklum, M. Alwi Slamat dan M. Hidayat lebih sering dipilih sebagai gelandang bertahan. Kalaupun keduanya absen, masih ada Rachmat Irianto yang bisa diplot sebagai gelandang.

Aji memastikan timnya bakal tampil habis-habisan. Dia tidak ingin Green Force terpeleset di akhir kompetisi. Sebab, Persebaya masih punya kans untuk menjadi juara Liga 1 2021–2022.

’’Saya sudah melihat Barito Putera, mereka dihuni materi pemain yang bagus. Kami tidak boleh meremehkan,’’ pungkas pelatih asli Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut.

Related posts