Miguel Oliveira Ungkap Trik Menangi Wet Race di Mandalika

Miguel Oliveira menjelaskan kunci suksesnya menaklukkan lintasan basah Sirkuit Mandalika untuk memenangi MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia, Minggu (20/3/2022).

Start dari grid ketujuh, pembalap Tim Red Bull KTM Factory Racing tersebut membalap di GP Indonesia dengan sangat baik. Dalam kondisi lintasan basah seusai hujan deras, Oliveira yang start dari grid ketujuh mampu melesat ke posisi terdepan.

Sempat berduel dengan Jack Miller (Ducati Lenovo), usai 20 lap, Miguel Oliveira akhirnya berhasil menjadi pembalap pertama di kelas MotoGP yang mampu memenangi balapan di Mandalika.

Bagi Tim Red Bull KTM, itulah kemenangan keenam mereka MotoGP (2 oleh Brad Binder, 4 lewat Oliveira ).

Berkat kemenangan di Mandalika, Red Bull KTM kini memimpin klasemen tim. Binder – finis P2 di Qatar dan P8 di Indonesia – menempati P2 klasemen pembalap sedangkan Oliveira keempat. KTM pun untuk kali pertama memucaki klasemen pabrikan.

Berita Terkait :  Valentino Rossi menjelaskan dinamika ban dan pendekatan menikung di MotoGP

“Untuk balapan di Mandalika ini, menemukan feeling tepat pada ban hujan sejak start, sangatlah krusial,” tutur pembalap asal Portugal, 27 tahun, tersebut.

“Tanpa start sangat bagus yang saya lakukan, rasanya mustahil saya bisa finis cukup jauh di depan. Itu karena jarak pandang yang sangat terbatas karena cipratan air yang kuat dari ban para pembalap di depan.”

Oliveira mengaku, bahkan saat berada sendirian di depan pun, dirinya masih kesulitan melihat ke depan karena derasnya hujan. Karena itulah ia menyebut sangat senang saat mampu melewati Miller untuk memimpin balapan.

“Ya, start memang sangat krusial pada lomba ini. Jika itu sudah bagus dilakukan, Anda tinggal menilai sampai mana batas kemampuan Saya sendiri mencoba konsisten dalam mengendalikan motor dan tetap di racing line yang sama,” kata Oliveira.

Berita Terkait :  Marc Marquez Pasang Mode Waspada terhadap Ducati

Oliveira menambahkan, itulah kunci untuk mendapatkan balapan yang baik. Dari situlah ia mengaku mampu meningkatkan kecepatan motor dan bertahan sampai finis.

Oliveira juga mengaku tidak terlalu memaksakan diri untuk terlalu rebah saat menikung, atau menggeber habis gas KTM RC16 di trek lurus, karena memikirkan level keausan ban. Ia mengaku khawatir ban akan kelebihan panas jika kedua hal itu dilakukan.

Sempat berada di belakang Jack Miller juga menjadi keuntungan tersendiri bagi Miguel Oliveira. Ia mengaku menjadikan pembalap Australia itu sebagai referensi, utamanya saat pengereman.

“Awalnya, Miller mengerem sedikit lebih lambat daripada saya. Jadi, saya tahu seberapa jauh saya harus mengerem tanpa mengambil risiko terlalu besar (terjatuh) atau tertinggal saat keluar tikungan,” kata Oliveira.

Berita Terkait :  Rookie MotoGP 2022: Darryn Binder Coba Peruntungan

“Setelah itu, tinggal masalah mengatur ritme balapan untuk menjaga level keausan ban belakang. Set up motor juga sangat pas untuk menghadapi kondisi seperti ini.”

Miguel Oliveira juga mengaku cukup nyaman di atas motor pada FP1 dan FP3, saat kondisi lintasan Mandalika separuh basah. Dari situlah para teknisi dan mekanik Red Bull KTM mengatur setelan motor untuk trek basah.

“Saya juga merasa kuat di lintasan kering. Tetapi di trek kering, balapan akan lebih sulit sekaligus menantang karena sirkuit ini tidak dikenal sebelumnya oleh para pembalap,” kata Oliveira.

“Jika kondisi normal (panas), pasti akan sangat melelahkan. Ban juga akan bekerja lebih berat. Meskipun begitu, saya sejatinya merasa nyaman dalam semua kondisi.”

Related posts