Hajar Persik, Bali United Menutup Kompetisi Liga 1 dengan Manis

BabatPost.com-Bali United menutup kompetisi musim ini dengan manis. Tim berjuluk Serdadu Tridatu itu menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Sudah dua tahun Bali United tidak melakoni laga resmi di kandangnya itu. Pemain, pelatih, manajemen, dan ofisial begitu antusias.

”Kami sangat antusias sekali bisa menang dan merayakan juara di Stadion I Wayan Dipta. Renovasi stadion sangat bagus,’’ ucap pelatih Bali United Stefano ’’Teco’’ Cugurra.

Torehan makin lengkap setelah Ilija Spasojevic meraih gelar top scorer. Dia mencatatkan 23 gol sepanjang musim ini. ’’Saya anggap apa yang saya raih itu karena kerja sama tim. Pemain lain juga bermain bagus. Sehingga gelar ini untuk rekan satu tim,’’ terang Spaso.

Berita Terkait :  Barito Putera Harus Menentukan Nasibnya Sendiri di Laga Terakhir

Teco memuji habis penampilan Spaso. ’’Dia banyak bantu tim. Saya rasa dia sangat layak meraih gelar top scorer musim ini,’’ tegasnya.

Dalam laga tadi malam, Bali United benar-benar on fire. Tiga gol dicetak oleh Ilija Spasojevic (14’), M. Rahmat (29’), dan Stefano Lilipaly (65’). Satu gol Persik cuma datang dari bunuh diri I Made Andhika (27’).

Teco benar-benar memuji penampilan anak asuhnya. ’’Anak-anak bermain bagus menghadapi klub yang juga bermain bagus. Persik bermain cukup apik,’’ katanya.

Berita Terkait :  Alasan Dokter Tim Memutuskan Mundur dari Persebaya

Torehan back-to-back juara membuat Bali United kian diwaspadai musim depan. Teco mengaku tidak masalah. Justru itu bakal menjadi motivasi untuk terus meraih hasil terbaik.

’’Kami harap musim depan sudah ada penonton, sehingga kami bisa mendapat kekuatan lebih menghadapi lawan,’’ terang pelatih 47 tahun tersebut.

Bagi Persik, kekalahan itu sangat menyakitkan. Sebab, tim berjuluk Macan Putih tersebut gagal mencapai target musim ini yang ingin finis di 10 besar. Persik mengakhiri musim di posisi ke-11 dengan 39 poin.

Berita Terkait :  Pucuk Pimpinan Askot PSSI Surabaya Tetap Berada di Tangan Ketua Lawas

Sang pelatih Javier Roca sangat kecewa. ’’Sebenarnya kami gagal ke 10 besar karena memang sering meraih hasil kurang maksimal di laga-laga sebelumnya. Itu konsekuensi dari kesalahan kami,’’ jelasnya.

Comments
Memuat...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More