Dihantam hujan deras beberapa hari, Bengkulu alami banjir parah

Babatpost.com – Dihantam hujan deras beberapa hari, Bengkulu alami banjir parah, Setelah pulau Jawa yang mengalami curah hujan yuang cukup tinggi bulan lalu. Kali ini giliran Pulau Sumatra yang mendaptakan serangan hujan tinggi tepatnya di daerah Bengkulu. Akibat curah hujan tinggi ini puluhan hektar sawah di kawasan Bengkulu selatan terendam banjir, selain itu aliran irigasi yang menjadi andalan penduduk pun juga tak kuat menampung datangnya air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan, Akhmad Nizar, mengatakan areal persawahan yang terendam banjir sudah ditanami bibit padi berumur sekira 1,5 bulan hingga 2 bulan.

”Areal sawah yang terendam seluas sekira 45 hektare,” ucap Nizar, Rabu (16/3/2016).

Untuk irigasi yang jebol, ia mengungkapkan, masyarakat setempat telah mengajukan perbaikan. Bahkan, ungkap dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan akan memasukkan anggaran perbaikan irigasi.

”Pihak terkait akan mengajukan perbaikan irigasi yang jebol,” ucap Nizar.

Sementara prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati Soekarno Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Bengkulu, Pebri Surgiansyah mengatakan, 10 kabupaten dan kota di Bengkulu diprediksi masih hujan.

Ia merincikan, tiga kabupaten diprediksi hujan dengan intensitas lebat, lima kabupaten diprediksi hujan dengan intensitas sedang, dan dua kabupaten diperkirakan dilanda hujan dengan intensitas ringan.

”Seluruh kabupaten dan kota diprediksi bakal dilanda hujan pada siang, sore dan malam hari,” jelas Pebri.

Ia menuturkan, arah angin di wilayah Bengkulu pada umumnya bertiup dari arah barat daya hingga timur laut, dengan kecepatan angin 5-36 km per jam atau 3-20 knots. Pebri mengungkapkan, prakiraan tinggi gelombang di perairan Bengkulu hingga Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara dan Samudra Hindia Barat, Bengkulu, sekira 1,25-2,5 meter.

”Tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Kita mengeluarkan peringatan dini agar nelayan waspada,” demikian Pebri.

banjirBengkulu