Awali Pekan Bursa Asia Melemah

BABAT POST – Jelang pengumuman data inflasi dan harga produk Tiongkok, bursa saham Asia jatuh. Para investor tampak memilih menunggu serangkaian pengumuman penting data ekonomi.

Indeks saham Jepang yang tergelincir di tengah anjloknya pesanan mesin. Eksportir utama di Jepang melihat  di perdagangan pagi, dengan saham Toyota turun 3,15 persen, Nissan turun 3,25 persen dan Honda turun 2,98 persen

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,4 persen menjadi 125,83 pada 09:08 waktu Tokyo. Saham global jatuh minggu lalu di tengah kekhawatiran atas potensi usaha stimulus bank sentral dan aksi jual di saham Jepang. Fokus sekarang beralih ke data hari Senin dari laba China dan kuartal pertama di AS.

“Tampaknya bagi kita bahwa reli mencolok di aset berisiko yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir goyah,” kata Stewart Richardson, kepala investasi di RMG Wealth Management LLP di London dilansir dari Bloomberg, Senin (11/4/2016)

Indeks Topix Jepang turun 1 persen setelah laporan menunjukkan pesanan mesin turun pada bulan Februari untuk pertama kalinya dalam tiga bulan.

Penguatan yen adalah negatif bagi eksportir karena mengurangi keuntungan mereka di luar negeri bila dikonversi ke dalam mata uang lokal.

Yen sedikit berubah setelah naik selama enam hari berturut-turut. Ekuitas patokan turun 18 persen pada tahun 2016, penurunan tertajam di pasar global di belakang Italia. BlackRock Inc, pengelola uang terbesar di dunia berada di antara perusahaan yang mengakhiri naiknya harga pada ekuitas Jepang.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1 persen. S&P /ASX 200 Index Australia sedikit berubah dan Selandia Baru S&P/NZX 50 Index bertambah kurang dari 0,1 persen.

Sementara indeks Shanghai SE Composite di Tiongkok pukul 09.10 WIB melemah 10,6 (0,35 persen) mencapai 2.998 dan CSI 300 index yang merupakan emiten papan atas bursa Shanghai dan Shenzen menguat 3,2 poin (0,17 persen) mencapai 1.904.

Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2 persen dan kontrak pada Indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,3 persen. Indeks FTSE Cina A50 futures naik 0,1 persen di sebagian besar perdagangan terakhir.

Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 turun kurang dari 0,1 persen.

IHSG Senin (4/4) ditutup menguat 0,14 persen (6,99 poin) ke 4.850,18. IHSG bergerak di kisaran 4.839,1 di titik terendah dan 4.864,85. Indeks Investor33 naik 0,29 persen ke 348,34, indeks LQ45 naik 0,32 persen ke 842,96.

Bursa Asia melemahbursa saham Asia