Penyelidikan kecelakaan Cimahi masih terus dilakukan pihak kepolisian

babatpost.com – Penyelidikan kecelakaan Cimahi masih terus dilakukan pihak kepolisian, Kecelakaan maut yang terjadi di sela – sela hari raya Idul Fitri di Jala KOlonel Masturi, Cimahi. Jumat 8 Juli lalu masih terus diusut oleh pihak kepolisian. Sebuah bus pariwisata menuju Cisarua diduga mengalami kegagalan rem.

Bus Parahyangan yang oleng langsung menabrak pembatas Perumahan The Orchard dan juga menabrak kendaraan roda empat jenis Suzuki Katana dengan nomor polisi E 1543 KY, lalu Kijang Kapsul nomor polisi B 7148 D dan dua kendaraan sepeda motor yang melaju dari arah Cimahi. Penyelidikan kecelakaan Cimahi

Hingga kini pihak kepolisian yang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) masih menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun tersebut. “Sementara saksi utamanya (korban kecelakaan) masih banyak yang sakit, kita masih nunggu pemulihan. Saksi yang merupakan warga sekitar masih ada yang enggan kasih informasi karena sibuk,” ucap Kapolres Cimahi AKBP Ade Ari Syam Indradi ketika dihubungi, Sabtu (9/7/2016)

Kesembilan korban meninggal dunia akibat kecelakaan beruntun tersebut, yakni pengemudi bus, warga Karawang Barat Karsim Jamaludin dan kernetnya Endang Dedi warga Purwakarta. Lalu Rachmat, penumpang bus yang meninggal dunia saat dalam perawatan medis di Rumah Sakit Cibabat, dan Fan Yen, penumpang mobil Toyota Kijang warga Jalan Bendungan Jago, Kecamatan Utan Panjang, Jakarta Pusat meninggal dunia di lokasi kejadian. Penyelidikan kecelakaan Cimahi

Korban meninggal lainnya, yakni Neneng Harnengsih penumpang mobil Suzuki Katana yang tewas dalam perawatan di rumah sakit. Dan korban berikutnya Kusnaedi, Neneng, Odas, dan Tiara merupakan pengendara sepeda motor warga Bandung Kulon, Kota Bandung meninggal dunia di lokasi kejadian. Ke 29 korban kecelakaan Cimahi yang selamat dan hanya mengalami luka-luka kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

 

 

 

Penyelidikan kecelakaan Cimahi masih terus dilakukan pihak kepolisian

kecelakaan cimahiPenyelidikan