Fabio Di Giannantonio Tentukan Nomor untuk MotoGP 2022

Fabio Di Giannantonio sudah memilih nomor motor baru untuk musim perdananya di MotoGP, tahun depan.

Fabio Di Giannantonio (Team Gresini Racing MotoGP) akhirnya sudah memutuskan nomor yang akan dipakai pada musim pertamanya di Kejuaraan Dunia MotoGP tahun depan dan seterusnya.

Pembalap muda Italia tersebut selama ini memakai nomor 21 pada motornya. Nomor tersebut dipilih karena Di Giannantonio mengidolakan Troy Bayliss, juara World Superbike (WSBK) tiga kali (2001, 2006, 2008) yang memakai nomor 21.

Namun begitu, karena Franco Morbidelli (Monster Energy Yamaha MotoGP) sudah memakai nomor 21 di kelas premier, Diggia – sapaan akrab Fabio Di Giannantonio – terpaksa memakai nomor lain untuk ditempelkan di depan Ducati Desmosedici GP-nya nanti.

Lewat video lelucon hasil editan film Men in Black, Diggia pun mengonfirmasi bila nomor motor yang akan dipakainya di MotoGP mulai 2022 nanti adalah 49.

Persiapan Diggia untuk menghadapi musim perdananya di kelas premier memang tidak main-main. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil tes pramusim 2022 yang sudah digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Diggia menjadi rookie tercepat pada Tes Jerez tersebut dengan hanya terpaut sekira 1,6 detik dari Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) yang menjadi pembalap tercepat. Gap tersebut bisa dipahami mengingat ini baru kali pertama Diggia mencoba Ducati Desmosedici.

Ducati Desmosedici GP bernomor 49 baru akan terlihat lagi pada Shakedown Test di Sepang, Malaysia, pada 31 Januari sampai 2 Februari tahun depan. Selanjutnya, tes digelar di Sepang pada 5-6 Februari.

Sedangkan sesi terakhir tes pramusim terakhir akan digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, Indonesia, pada 11-13 Februari.

Gresini Racing diyakini mampu membuat kejutan di MotoGP 2022 karena sejumlah hal. Pertama, komposisi pembalap yang terdiri dari Diggia dan Enea Bastianini, yang mampu dua kali naik podium pada musim lalu, tahun perdananya di MotoGP.

Fabio Di Giannantonio memang masih relatif muda, 23 tahun. Meskipun begitu, pengalamannya turun di dua kategori bawah Kejuaraan Dunia Balap Motor, Moto3 dan Moto2, rasanya sudah cukup membuatnya pantas turun di kelas tertinggi.

Diggia mulai turun penuh di Moto3 pada 2016. Hasil terbaiknya di kelas mesin 250cc satu silinder tersebut adalah peringkat kedua klasemen akhir pada 2018. Total, Diggia berhasil memenangi dua race dan 14 podium dalam 55 start di Moto3

Torehan tersebut membuatnya ditarik oleh Speed Up Racing dan turun selama dua tahun. Menariknya, kecuali di Moto2, Diggia tidak pernah membela tim selain milik mendiang Fausto Gresini tersebut.