Beranda Gaya Hidup Perempuan Awas, Keranjingan Selfie Ternyata bisa Merusak Hubungan Percintaan

Awas, Keranjingan Selfie Ternyata bisa Merusak Hubungan Percintaan

BERBAGI
Advertisement BabatPost.com

BABAT POST – Begitu banyak cerita yang diangkat mengenai kisah romantis antara pria tampan dan juga wanita cantik yang sangat mencintai satu sama lain dengan penuh pengorbanan dan lain-lain.

Namun, menurut sebuah penelitian, pasangan yang kita miliki tidak perlu menarik secara fisik, tetapi justru kepribadianlah yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam menjalani hubungan yang serius.

Sebuah riset menunjukkan bahwa biasanya seseorang menikahi pasangannya yang mempunyai banyak kemiripan, seperti usia yang tidak terlampau jauh , persamaan agama, pendidikan, hobi dan kegemaran yang sama, bahkan pendapatan yang tidak terlalu jauh berbeda.

“Singkat kata, saat kita tertarik pada lawan jenis, kita biasanya memikirkan tentang kepribadian yang dimiliki si dia, bukan dari sisi demografisnya”, kata Vinita Mehta, seorang psikolog klinis dan penulis di Washington DC.

Penelitian dari Universitas Kansas juga menganalisa tentang hubungan yang terjadi saat ini.

Mereka menemukan bahwa perilaku, sifat, dan kepribadian pasangan sangatlah penting bagi semua orang. Biasanya pasangan yang memiliki banyak kemiripan, akan memiliki hubungan yang bahagia dan menyenangkan.

Anda salah kalau selama ini hanya memilih pasangan dari penampilan fisiknya saja. Sebab, justru tingkat kenyamananlah yang lebih penting dan akan membuat Anda jatuh hati dengan si dia.

Sementara itu mungkin Anda pernah merasa sebal melihat teman di media sosial yang terus-menerus posting foto hubungan asmara yang tampaknya sempurna. Padahal, keranjingan selfie ternyata bisa merusak hubungan percintaan.

Peneliti di Amerika Serikat mencoba mencari tahu bagaimana swafoto memengaruhi persepsi terhadap diri sendiri dan kualitas hubungan asmara meraka.

Tim periset di belakang studi awal berjudul “The Online Ideal Persona vs the Jeaslousy Effect” menemukan bahwa semakin sering melakukan selfie, mereka semakin cenderung memandang hubungan percintaan “berkualitas rendah”.

Mereka menyebutnya rendah karena ada kecemburuan yang berakar dari komen-komen soal foto selfie itu. Juga ada penciptaan “persona ideal di dunia maya” yang berbeda dengan dunia nyata.

Penemuan mereka itu melanjutkan studi sebelumnya yang dilakukan oleh tim yang juga dari Boston University. Mereka menemukan bahwa orang yang cenderung narsis mengambil swafoto lebih banyak. Foto-foto itu juga meningkatkan perasaan diri yang penting.

Untuk mendapatkan kesimpulan itu, periset dari Boston University dan Pontifical Catholic University, Cile, menyurvei 314 orang usia 18-65 tahun dan menyurvei lagi setahun kemudian.

Responden diminta menetapkan skala satu sampai lima dari pertanyaan yang meliputi “saya suka menjadi pusat perhatian”, “saya tak pernah puas sampai mendapat yang pantas didapatkan”, dan “saya suka melihat diri di cermin’.

Periset pun menanyakan peserta soal seberapa sering mereka mengambil dan membagi foto diri mereka di media sosial.