Gawat! Amazon PHK 10.000 Pegawai Jelang Musim Belanja

Amazon

babatpost.com – Amazon dikabarkan akan melakukan PHK masal terhadap 10.000 Pegawai jelang musim belanja mulai minggu ini.

Informasi ini berasal dari laporan The New York Times yang mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini. Jumlah yang terdampak mewakili 3% dari karyawan Amazon dan kurang 1% dari tenaga kerja global yang mencapai lebih dari 1,5 juta orang dan sebagian orang merupakan pekerja per jam.

Read More
Berita Terkait :  Penabrak Jamaah Tarawih Di London Akui Ingin Membunuh Semua Orang Muslim Didunia

PHK akan berfokus pada organisasi perangkat Amazon, termasuk voice assistant Alexa dan divisi ritel, serta sumber daya manusia. The New York Times menjelaskan jumlah yang terdampak PHK berubah-ubah dan kemungkinan akan terjadi satu tim dan lainnya sekaligus, dikutip Selasa (15/11/2022).

Juru bicara Amazon, Brad Glasser menolak berkomentar laporan tersebut.

Pemangkasan ini akan terjadi pada musim liburan, saat biasanya perusahaan akan melayani lonjakan order. Ini menjadi pertanda seberapa cepat ekonomi global menekan bisnisnya yang kelebihan staf atau kekurangan pengiriman selama bertahun-tahun.

Berita Terkait :  Sponsorship Essex F1 Team Lotus Runtuh dalam Skandal Finansial

Selama era pandemi, Amazon memang meraup untung banyak. Sebab konsumen berbondong-bondong melakukan belanja online dan perusahaan berpindah menggunakan layanan cloud computing. Amazon juga menggandakan tenaga kerjanya selama dua tahun terakhir.

Namun awal tahun ini, pertumbuhan Amazon melambat ke tingkat terendah dalam dua dekade. Disebabkan pandemi Covid-19 yang telah mereda.

Amazon mengalami sedikit perbaikan pada kuartal terakhirnya. Namun perusahaan telah memperingatkan investor pertumbuhannya bisa melemah lagi dan kemungkinan jatuh ke level terendah sejak 2001.

Berita Terkait :  Taliban dan ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom Bunuh Diri di Balochistan, Pakistan

PHK pada Amazon mengikuti Twitter dan Meta yang sudah melakukannya beberapa minggu terakhir. Twitter yang baru saja dimiliki Elon Musk memangkas setengah dari jumlah pekerjanya dan Meta dilaporkan merumahkan 11 ribu pegawainya.

Related posts